Breaking News

Gelar Aksi Solidaritas, Aktifis Walhi Dan Mahasiswa Babel Cor Kaki

Pada kaki ketiganya menempel adukan semen yang ditempatkan di dalam sebuah kotak bertuliskan tolak semen Indonesia.

Gelar Aksi Solidaritas, Aktifis Walhi Dan Mahasiswa Babel Cor Kaki
bangkapos.com/Ajie Gusti Prabowo
Suasana aksi solidaritas pengecoran kaki oleh Walhi dan Mahasiswa Babel di Taman Sari Pangkalpinang, Minggu (26/3/2017) malam. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ajie Gusti Prabowo

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dua orang pria dan satu wanita bertopi caping diam tak bergerak di kursinya.

Pada kaki ketiganya menempel adukan semen yang ditempatkan di dalam sebuah kotak bertuliskan tolak semen Indonesia.

Di sekeliling ketiganya, puluhan orang berkumpul sambil memegang tulisan yang berbeda-beda di dalam bingkainya. Di depan ketiga orang yang kakinya tercor terdapat sebuah bingkai foto wanita dan puluhan lilin kecil.

Foto wanita itu ternyata adalah Yu Pat Mi. Wanita yang telah tiada tersebut ternyata merupakan pejuang asal Kendeng Rembang Jawa Tengah yang sejak tahun 2014 lalu menolak hadirnya pabrik semen Indonesia di wilayahnya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Taman Sari Pangkalpinang, Minggu (26/3/2017) malam ini, merupakan aksi solidaritas Walhi dan Mahasiswa di Provinsi Kepulauan Babel dalam memperingati hari kelima meninggalnya Yu Pat Mi.

"Malam hari ini peringatan kelima harinya meninggal pejuang lingkungan hidup yang mempertahankan ratusan hektar yang di dalamnya ada 75 titik sumber mata air yang akan terancam keberadaannya oleh PT Semen Indonesia di wilayah Kendeng Rembang Jateng," ujar Ketua Walhi Babel, Ratno Budi.

Meskipun pihaknya mengaku aksi solidaritas hanya di lakukan pada malam ini saja. Namun para pejuang lingkungan di Babel ini berharap semua pihak bisa ikut berpartisipasi dalam menjaga kondisi lingkungan di wilayahnya masing-masing.

"Harapan kami publik secara luas bisa memberikan kontribusi kepada lingkungannya, tidak hanya lewat aksi, tetapi juga melalui tekanan politik perubahan kebijakan yang pro lingkungan," tegasnya.

‎Dalam aksi solidaritas ini, sejumlah rangkaian kegiatan mulai dari orasi politik, pembacaan puisi, bernyanyi bersama ikut dilaksanakan.

"Intinya kepergian Bu Patmi menjadi bagian kehilangan kita di Babel, karena dia juga aktifis kita," ujar Ratno.

Penulis: Ajie Gusti Prabowo
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help