Pasutri Ini Jalani Holy Journey Untuk Perdamaian Agama

Pasangan suami istri asal Malang, Jawa Timur, Hakam Mabruri (35) dan Rofingatul Islamiah (35) melakukan Holy Journey

Pasutri Ini Jalani Holy Journey Untuk Perdamaian Agama
bangkapos.com/Ardhina Trisila Sakti
Hakam dan Rafingatul berkendara dengan sepeda merk lokal Tabibitho di Kopitiam 3 Pasir Putih, Pangkalpinang. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA --- Pasangan suami istri asal Malang, Jawa Timur, Hakam Mabruri (35) dan Rofingatul Islamiah (35) melakukan Holy Journey (perjalanan suci) ke beberapa kota di Indonesia yang dilanjutkan dengan menempuh perjalanan ke luar negeri, seperti Singapore, Malaysia, Thailand, Nepal, India, Jodania, Israel, Egypt, Sudan dan berakhir di Saudi Arabia.

Hakam dan Rofingatul telah kenal sejak 2011 dan menikah tiga tahun yang lalu, Hakam Mabruari yang berprofesi sebagai pengusaha ternak domba ini berinisiatif mengajak serta istrinya melakukan touring ke dalam dan luar negeri.

Tujuannya untuk mengkampanyekan perdamaian para pemeluk agama melalui peziarahan ke berbagai tempat ibadah berbagai agama.

"Kita mengunjungi situs tempat agama Budha dan Gereja tua untuk menyebarluaskan perdamaian dunia. Ide ini muncul karena saya terpanggil apa yang bisa saya lakukan, kebetulan saya penggemar sepeda, saya ingin menyampaikan agama Islam yang toleransi bukan yang radikal" ungkap pria yang sedang berkuliah di Fakultas Agroteknologi di Universitas Islam Raden Rahmat Malang ini.

Perjalanan Hakam dan Rofingatul ini dimulai sejak 21 Desember 2016 lalu, "Holy Journey" ini akan memakan waktu perjalanan selama delapan bulan. Pulau Bangka dipilih menjadi salah satu rute oleh pasutri ini mengingat Hakam ingin mendapatkan suasana baru setelah pengalamannya melakukan Soul Touring seorang diri ke Bangka pada 2012 lalu.

"Sengaja pilih rute lewat Bangka karena mainstreamnya dari Pulau Jawa ke Sumatera kan lewat Lampung. Kita gak mau yang biasa makanya kita ambil jalur yang berbeda. Selama empat hari di Bangka kesannya sangat istimewa karena di sini semua etnis menyatu. Sebenarnya Indonesia harus belajar (toleransi) dari daerah-daerah teruma Bangka" tutur Hakam.

Perjalanan Hakam bersama istriya yang turut mengenyam pendidikan di Universitas yang sama pada jurusan Psikologi dinilai berkesan. Keduanya mengaku tak pernah mengalami perselisihan selama menjalankan Holy Journey. Menurut Hakam, perjalanan ini juga sebagai bentuk tawakal (percaya) istri kepada suaminya.

"Saya seneng dan enjoy melakukan perjalanan ini" ungkap Rofingatul menemani suaminya saat ditemui Bangka Pos di Kopitiam 3 Pasir Putih Pangkalpinang, Minggu (26/3)

Istimewanya, perjalanan pasutri ini selain didukung oleh PBNU, Ansor dan Kementrian Sosial Republik Indonesia.

Salah satu brand sepeda lokal, Tabibitho turut mendukung pejalanan Hakam dan Rofingatul dengan mempersembahkan alat transportasi berupa sepeda tandem tipe Wanderlust yang didesain khusus untuk menempuh perjalanan jauh dan daerah pegunungan.

"Gak ada kendala selama di perjalanan, kita juga ingin membuktikan kualitas sepeda lokal bisa bersaing dengan brand internasional. Selama di Indonesia kita akan mengelili tempat ibadah sementara di luar negeri kita akan bedialog dengan komunitas agama. Ini untuk memperlihatkan Islam, Agama ku Agama ku, Agama mu Agama mu. Di dunia ini kita bersahabat dan berteman sajalah" tutup Hakam.

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved