Penolak Tax Amnesty Dijamin Tak Bisa Tidur

Denda atau sanksi yang dikenakan pada wajib pajak yang menolak amnesti jauh lebih berat dibanding uang tebusan dalam amnesti pajak.

Penolak Tax Amnesty Dijamin Tak Bisa Tidur
KOMPAS IMAGES
Menko Perekonomian Darmin Nasution 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengingatkan wajib pajak agar memanfaatkan program pengampunan pajak (tax amnesty) yang akan berakhir sepenuhnya pada 31 Maret 2017 mendatang, atau tinggal lima hari lagi.

"Oleh karena itu, apalagi amnesti pajak masih ada waktunya, ya silakan buka harta Anda dengan baik. Kalau terlambat nanti juga ketahuan karena reforma perpajakan yang sedang berjalan," kata Darmin usai sebuah diskusi di Galeri Nasional, Jakarta, Minggu (26/3).

Baca: Kepalan Tangan Luhut Tiba-tiba Mengarah ke Cak Imin

Reformasi di bidang perpajakan tersebut terkait rencana penerapan pertukaran informasi secara otomatis (automatic exchange of information/AEOI) di Indonesia pada 2018 mendatang.

Amnesti pajak dinilai sebagai langkah awal reformasi perpajakan sebelum memasuki era keterbukaan sistem pajak yang terkandung dalam AEOI.

"Tanpa urusan amnesti pajak juga, AEOI juga akan berlangsung dan pemerintah sedang memproses itu," kata Darmin.

Baca: Syahrini Mengaku Sudah Bayar Pajak Miliaran Rupiah

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa pemerintah sudah membuat rencana kerja sama pajak dengan bea cukai yang lebih ketat dan tidak lagi terpisah-pisah.

Darmin menjamin wajib pajak yang tidak ikut amnesti "tidak akan bisa tidur" karena pemerintah akan terus memelototinya.

"Data dari semua orang ikut amnesti mulai kami lihat secara rinci, sehingga mereka yang tidak menggunakan itu (amnesti) tidak bisa tidur," ucap Darmin.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved