Premium Kosong, Nelayan Kecil di Belinyu Terpaksa Gunakan Pertalite

Ketika bensin habis atau kosong, nelayan yang mesin perahunya menggunakan mesin tempel, terpaksa harus membeli BBM

Premium Kosong, Nelayan Kecil di Belinyu Terpaksa Gunakan Pertalite
Bangkapos/Riyadi
Nelayan Sungai Perimping, saat akan berangkat ke sungai dari dermaga nelaya tradisional di Dusun Tirus Desa Riau Kecamatan Riausilip, Senin (20/2/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Nelayan kecil di Belinyu, ternyata kerap dihadapkan dengan persoalan BBM jenis bensin atau premium, yang barangnya sedang kosong atau tidak ada lagi di SPBU.

Ketika bensin habis atau kosong, nelayan yang mesin perahunya menggunakan mesin tempel, terpaksa harus membeli BBM jenis pertalite.

Seperti nelayan di Kelurahan Remodong Indah Kecamatan Belinyu, Amin mengungkapkan soal penggunaan BBM jenis pertalite yang dibelinya di SPBU.

"Mesin perahu saya mesin kecil, BBM-nya adalah bensin, tapi kalau nggak ketemu bensin, ya saya beli pertalite, sering sih tidak," ungkap Amin kepada bangkapos.com Rabu (29/3/2017).

Sebagai nelayan tradisional, Amin memiliki keterantungan dengan BBM jenis bensin untuk mesin perahunya.
Untuk mendapatkan premium, Amin selama ini tidak pernah membelinya di SPDN, tapi beli di SPBU.

Tapi ketika datang ke SPBU, bensinnya sudah habis, Amin terpaksa beli pertalite.

"Ya mau nggak mau lah Pak, kalau nggak ketemu bensin, ya beli pertalite, tapi belinya nggak banyak, karena harga pertalite kan lebih tinggi dari bensin, beli secukupnya lah," ujar salah satu Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan di Remodong ini.

Amin mengungkapkan, banyak nelayan di Remodong, yang mengalami hal sama, ketika tidak ada bensin, terpaksa harus membeli pertalite.

Hanya saja beli pertalitnya tidak sering. "Kalau pas di SPBU nggak ada bensin, ya pertalite yang kita beli, untuk mesin tempel perahu kami, kawan-kawan nelayan lain, juga ada yang harus beli pertalit, kalau lagi nggak ketemu bensin di SPBU," jelas Amin.

Para nelayan Remodong, ketika ke SPBU juga harus menempuh perjalanan belasan kilometer, untuk mendapatkan bensin, tapi kalau di SPBU tidak ada bensin (habis), nelayan terpaksa beli pertalit.

Kalau harus beli pertalite, paling banyak sejeriken (kapasitas 20 liter).

Penulis: riyadi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved