Komplotan Hacker Remaja Berhasil Bobol Situs Tiket Online, Citilink Jadi Korban

Dari 12 remaja yang diamankan, tiga di antaranya terlibat pembobolan akun situs jual beli tiket online tiket.com pada server

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Bareskrim Polri menangkap kelompok peretas atau hacker situs jual beli online berusia remaja di sebuah rumah di Jalan Siaga Dalam, Gang Kemuning nomor 12, Kelurahan Damai, Balikpapan, Kalimantan Timur, 28 Maret 2017.

Dari 12 remaja yang diamankan, tiga di antaranya terlibat pembobolan akun situs jual beli tiket online tiket.com pada server maskapai Citilink Indonesia. Ketiganya adalah MKU (19), AI (19), dan NTM (27).

Demikian disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto didampingi Kanit I Subdit III Direktorat VI Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/3/2017).

"Dari hasil pemeriksaan, mereka merupakan sindikasi pembobol situs-situs," ujar Rikwanto.

Menurut Rikwanto, dari pemeriksaan, MKU berperan menawarkan penjualan tiket pesawat dengan akun facebook Hairul Joe.

Dia mempunyai akun user name dan password untuk masuk ke server Citilink yang didapat dengan cara meretas situs tiket.com bersama tersangka SH (19).

AI bertugas meng-input data permintaan tiket pesawat Citilink dari pembeli ke aplikasi jual beli tiket online Citilink yang sudah dibuka oleh MKU.

Setelah kode booking tiket pesawat didapat, kode booking tersebut dikirimkan ke pembeli.

Dan NTM berperan mencari pembeli tiket pesawat Citilink dengan akun facebook Nokeyz Dhosite Kashir.

Setelah calon pembeli tiket didapat, data order pembelian dikirimkan kepada AI.

Selanjutnya, AI melaksanakan tugasnya sebagai peng-input data ke aplikasi jual beli tiket online Citilink dan mengirimkan kode booking tiket pesawat yang didapat ke pembeli.

Menurut Rikwanto, SH adalah yang pertama kali atau otak pelaku pembobolan situs jual beli tiket online tiket.com pada server maskapai Citilink Indonesia. Pembobolan dilakukan pada 11 hingga 27 Oktober 2016.

Pada saat penangkapan, SH tidak ada di tempat. Dia tinggal di Jakarta dan berpindah-pindah.

Namun, latar belakang dan keberadaannya sudah diketahui.

"Mereka yang ditangkap adalah pelaksana penjualan tiket. Mereka meneruskan yang sudah dilakukan pembobolan untuk mendapatkan keuntungan. Masih ada seorang lagi bernisial SH, dia yang pertama kali membobol akun tiket.com," ujarnya.

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help