Pergantian Pemain Lebih dari Tiga Orang Merupakan Pelanggaran FIFA

Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) membuat kebijakan bukan tanpa kesepakatan yang dilakukan bersama anak buahnya

Pergantian Pemain Lebih dari Tiga Orang Merupakan Pelanggaran FIFA
bild.de
Felina Dietsch, wasit remaja. 

BANGKAPOS.COM -- Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) membuat kebijakan bukan tanpa kesepakatan yang dilakukan bersama anak buahnya, yakni konfederasi dan asosiasi anggota.

Artian konfederasi ini mengacu pada UEFA, AFC, dan lainnya, sementara asosiasi anggota adalah PSSI untuk Indonesia atau FA untuk Inggris dan seterusnya.

Seluruh aturan sudah tertuang dalam kitab suci atau statuta FIFA termasuk paling mendasar pergantian pemain.

Di level kompetisi resmi disepakti bahwa hanya boleh ada tiga pemain pengganti dalam satu pertandingan. Itu sudah jelas.

"Maksimal pergantian pemain tiga kali dalam kompetisi resmi di bawah naungan FIFA, Konfererasi, dan Asosiasi Anggota. Peraturan kompetisi harus menyatakan berapa banyak pemain pengganti, tiga pengganti dan 12 pemain," begitu bunyi aturan yang dibuat FIFA tentang pergantian pemain.

Tentu apapun alasannya membuat aturan baru lebih dari tiga pemain pengganti merupakan pelanggaran.

Dan setiap pelanggaran pun mutlak akan mendapat hukuman karena tidak sepakat dengan rules of the game yang dibuat FIFA.

Di setiap kompetisi resmi level Eropa (Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, dll) yang jauh sudah lebih maju ketimbang Indonesia tidak pernah melanggar aturan tersebut.

FIFA juga tidak akan segan bertindak bagi anggotanya yang tidak patuh.

Lain cerita bila pada pertandingan Tim Nasional Internasional yang sifatnya tidak resmi atau laga ujicoba (persahabatan).

Halaman
123
Editor: edwardi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help