Warga di Daerah Ini tak Perlu Lagi Antre Untuk Berobat, Ini Fasilitas yang Digunakan

Masyarakat Kota Binjai, yang ingin berobat ke rumah sakit atau poliklinik tak perlu lagi antre menunggu nomor panggilan.

Warga di Daerah Ini tak Perlu Lagi Antre Untuk Berobat, Ini Fasilitas yang Digunakan
Capture Youtube
Binjai Smart City 

BANGKAPOS.COM, BINJAI - Masyarakat Kota Binjai, yang ingin berobat ke rumah sakit atau poliklinik tak perlu lagi antre menunggu nomor panggilan.

Mulai hari ini, penduduk Kota Binjai dapat mendaftar berobat ke rumah sakit atau janjian dengan dokter lewat telepon pintar, menggunakan aplikasi e-dokter.

"Kami meluncurkan Binjai Smart City, jadi akses pelayanan publik dapat digunakan lewat aplikasi, melalui telepon pintar. Masyarakat yang ingin berobat ke rumah sakit tidak perlu lagi antre. Sebelum datang ke rumah sakit mereka bisa mendaftar berobat lewat aplikasi," ujar Wali Kota Binjai H M Idaham di ruang Binjai Smart City di Balai Kota Binjai, Rabu (29/3/2017) pagi.

Aplikasi e-dokter merupakan satu dari enam aplikasi yang diluncurkan Pemerintah Kota Binjai, Kamis (30/3) siang.

Peluncuran enam aplikasi tersebut sebagai simbol penerapan pelayanan berbasis elektronik atau Smart City pertama di Sumatera Utara, bahkan di Pulau Sumatera. Enam aplikasi tersebut adalah e-dokter, e-masyarakat, e-anggaran dan rencana, e-warung PKK Binjai (menyerupai situs belanja namun khusus menjual produk UMKM), e-musrembang, dan e-sippadu (pelayanan perizinan terpadu satu pintu).

Idaham menambahkan, untuk mendaftar di aplikasi tersebut tidak sulit. Pertama, download program tersebut di google play store pada telepon seluler (ponsel) android. Setelah itu, tinggal memasukkan nomor induk kependudukan.

Pria kelahiran Langsa, Provinsi Aceh tersebut, kemudian membawa Tribun Medan/www.tribun-medan.com menilik proses kerja Smart City di dalam ruangannya.

Ia memperlihatkan keunggulan aplikasi e-dokter.

"Ketika membuka aplikasi e-dokter ada pilihan pelayanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Seperti, janji dengan dokter lewat aplikasi dan mendaftar berobat ke rumah sakit lewat aplikasi, tidak perlu lagi antre. Begitu daftar nanti keluar barcode," katanya.

Setelah itu,katanya, warga yang datang ke rumah sakit cukup memperlihatkan barcode tersebut. Petugas rumah sakit akan mengecek barcode untuk registrasi. Aplikasi e-dokter tersebut juga terhubung ke BPJS Kesehatan.

Selain itu, katanya, jika warga berobat jalan di poliklinik bisa janji dengan dokter spesialis lewat aplikasi e-dokter. Setelah itu, akan ditentukan waktu berobat, sehingga pasien tidak perlu menunggu lama.

Ia menambahkan, aplikasi e-dokter bersifat universal. Artinya, dapat diakses seluruh masyarakat yang berada di Kota Binjai. Sehingga, pengguna aplikasi e-dokter tidak harus masyarakat pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) Binjai.

"E-dokter tidak diikat dengan data kependudukan Kota Binjai, karena bersifat universal. Kami menggunakan pendekatan informasi dan teknologi untuk mempercepat pelayanan kesehatan dan memberi kenyamanan," ujarnya.

Ia mengklaim, keunggulan aplikasi e-dokter dapat menyalurkan data secara otomatis ke data BPJS Kesehatan. Karena itu, data masyarakat harus berbasis nomor induk kependudukan (NIK) saat masuk aplikasi.

"Jadi sistem kami, sudah house to house. Begitu juga dengan Bank Sumut, dan BNI, karena beberapa data harus serupa," katanya.

Editor: edwardi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved