Wellindra Sebut Raperda Penyertaan Modal Kepada PDAM Hanya Untuk Kelengkapan Administrasi

Wellindra Bashir memohon bantuan kepada DPRD Kabupaten Bangka agar menyetujui dan menerima raperda penyertaan modal Pemkab Bangka kepada PDAM.

Wellindra Sebut Raperda Penyertaan Modal Kepada PDAM Hanya Untuk Kelengkapan Administrasi
bangkapos.com/Nurhayati
Direktur Utama PDAM Tirta Bangka ketika menunjukan beberapa kualitas air PDAM dari yang keruh hingga sudah cukup jernih. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Direktur PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir memohon bantuan kepada DPRD Kabupaten Bangka agar menyetujui dan menerima raperda penyertaan modal Pemkab Bangka kepada PDAM.

Pasalnya penyertaan modal tersebut berdasarkan hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di PDAM Tirta Bangka masih ada dana penyertaan modal daerah Rp 1,2 milyar.

Penyertaan modal dari Pemkab Bangka tersebut sebelum ia menjabat Direktur Utama PDAM Tirta Bangka.

Raperda penyertaan modal ini hanya untuk penyempurnaan sistem akuntansi bahwa dana penyertaan modal yang ada di PDAM tersebut saat ini tidak bisa dihibahkan lagi tetapi harus diperdakan.

"Untuk itu penyertaan modal yang sudah diberikan ke PDAM dalam bentuk fisik ataupun dalam bentuk uang pada saat itu harus diperdakan. Kami berharap kalau di DPRD itu sudah setuju semua terkhusus Anggota Fraksi Nasdem, Bapak Sarji Solihin bisa memaklumi kami hanya untuk kebutuhan untuk kelengkapan administrasi disistem akuntansi kita. Kalau uangnya sudah lama nggak ada ," jelas Wellindra kepada bangkapos.com menanggapi penolakan Fraksi Nasdem mengenai raperda penyertaan modal kepada PDAM pada saat rapat paripurna, Kamis (30/3/2017) di PDAM Tirta Bangka.

Menurutnya, saat dirinya menjabat sebagai Dirut PDAM hingga sekarang ini PDAM Tirta Bangka belum pernah mendapat kucuran dana murni dari APBD.

"Kalau jaman saya ini sampai dengan saat ini belum menggunakan dana murni dari APBD. Jadi belum ada penyertaan modal. Kalau dikasih kami mau mungkin speed kami (kinerja PDAM-red) lebih cepat," kata Wellindra.

Hingga saat ini pihaknya masih bertahan sepenuhnya menggunakan dana murni dari pendapatan PDAM Tirta Bangka.

Bahkan pihaknya sudah investasi termasuk untuk perbaikan dan pemilihan jaringan PDAM akibat pelebaran jalan nasional di Kecamatan Belinyu menggunakan dana murni PDAM Tirta Bangka.

"Dengan sangat transparans, terbuka saya bikin tim. Ini semuanya untuk lebih menghemat penggunaan dana," tegas Wellindra.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help