Mengenal Sanca Batik, Jenis Piton yang Menelan Manusia dan Cara Mencegah Serangannya

Sanca batik terpanjang di dunia diduga adalah individu yang pernah ditemukan di Malaysia pada tahun 2016 lalu. Panjangnya mencapai 8 meter.

Mengenal Sanca Batik, Jenis Piton yang Menelan Manusia dan Cara Mencegah Serangannya
Reptarium
Sanca Batik (Phyton reticulatus) 

BANGKAPOS.COM - Kasus piton yang memakan seorang petani di Mamuju, Sulawesi Barat, sepantasnya tak cuma dilihat sisi ngerinya saja.

Kasus itu bisa menjadi awal untuk mengenal keragaman jenis piton di Indonesia, ancaman, dan cara mewaspadainya.

Pakar ular dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy, mengungkapkan bahwa jenis piton yang memakan Akbar (25), sang petani asal Sulawesi, adalah sanca batik.

Secara ilmiah, spesies itu disebut Phyton reticulatus atau Malayophyton reticulatus.

Jenis ini tersebar di Asia Tenggara, termasuk salah satu ular dan reptil terpanjang di dunia.

Sanca batik terpanjang di dunia diduga adalah individu yang pernah ditemukan di lokasi pembangunan jembatan layang di Malaysia pada tahun 2016 lalu. Panjangnya mencapai 8 meter.

Di Indonesia, sanca batik terpanjang ditemukan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Panjangnya 6,95 meter.

Studi Gabriella M Fredriksson dari University of Amsterdam yang dipublikasikan pada tahun 2005 di Raffles Bulettin of Zoology menguak, piton yang dimaksud bertanggung jawab pada kematian beruang madu di wilayah setempat.

Sanca batik di Mamuju - diduga mencapai 7 meter - adalah salah satu individu terpanjang yang pernah ditemukan di Indonesia.

Dengan ukuran dan kemampuannya memangsa manusia, sanca batik di Mamuju diduga sudah berumur 20 lebih dari tahun.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help