Nasib Terpidana Mati Ini Kini Berada Ditangan Presiden

Surat permohonan grasi dari si pembunuh sadis ini ke Presiden, dipastikan sudah dikirim oleh Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat.

Nasib Terpidana Mati Ini Kini Berada Ditangan Presiden
Bangka Pos
Pondreng mendapat Hukuman Mati di Babel. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Terpidana hukuman mati, Sumardi alias Pondreng alias Aco bin Sumpung,  tinggal menunggu pengampunan hukuman dari Presiden RI.

Surat permohonan grasi dari si pembunuh sadis ini ke Presiden, dipastikan sudah dikirim oleh Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat.

Kepastian itu diketahui karena pihak eksekutor, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Tengah telah menerima surat tembusan dari pengadilan setempat.

"Surat grasinya tertanggal, 3 Maret 2014 ditujukan kepada Presiden RI, alamat Jl Medan Merdeka Utara Gambir RT 2/3 DKI Jakarta melalui Ketua MA RI Jl Medan Merdeka Utara Nomor 9-13 Jakarta Pusat," kata Kepala Kejari Bangka Tengah, Dodhi Putra Alvian diwakilii Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum), Dede Muhammad Yasin, memberi khabar terbaru kepada Bangka Pos Group di Sungailiat, Jumat (30/3/2017).

Berkas surat permohonan grasi Terpidana Mati Pondreng kata Dede, dikirimkan oleh Ketua PN Sungailiat melalui Panitera Zulfahmi Anwar. Surat permohonan grasi dilengkapi kutipan putusan MA RI Nomor: 1495K/PID/2015 Tanggal 11  Januari 2016 atas nama Terpidana Sumardi alis Pondreng alias Aco bin Sumpung.

"Grasi dimohonkan oleh terdakwa (terpidana)-penasihat hukumnya," kata Dede.

Sementara itu, surat permohonan grasi, masing-masing ditembuskan kepada Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Babel, Kepala Kejari Bateng, Kepala Lapas Kelas III Khusus Narkotika Pangkalpinang, terdakwa (terpidana)-penasihat hukim dan arsip.

"Sikap kita sekarang, yaitu akan pelajari berkas grasi tersebut. Inilah progres informasi terkini yang kita dapatkan. Intinya (Jaksa dan Terpidana Pondreng) tinggal tunggu saja kapan turun grasi dari presiden," jelas Dede.

Sebelumnya disebutkan, Ketua PN Sungailiat Haryadi diwakili Humas I M Solihin ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/8/2016) memastikan Pondreng tak mengajukan grasi ke Presiden. Alasan Solihin, dia sudah meng-cross chek ke bagian pidana pengadilan setempat yang menyatakan tak ada surat masuk terkait grasi tersebut.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help