PT Koba Tin Tunggu Kementerian ESDM jual Aset Untuk Bayar Hutang Mitra dan Karyawan

tunggakan PT Koba Tin kepada mitra dan eks karyawannya sendiri masih sekitar 10 miliar. Namun saat dihubungi,

PT Koba Tin Tunggu Kementerian ESDM jual Aset Untuk Bayar Hutang Mitra dan Karyawan
Bangkapos/Riski Yuliandri
Ketua DPRD Bangka Tengah, Algafry Rahman. 

Laporan Wartawan Bangkapos, Riski Yuliandri

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejak keluarnya mantan direktur PT Koba Tin, Kamardin M Top dari lapas Tua Tunu karena kasus tunggakan Pajak, Ketua DPRD Bangka Tengah (bateng), Algafry Rahman langsung meminta penjelasan mengenai tunggakan perusahaan tersebut kepada mitra dan eks karyawannya.

Menurutnya, tunggakan PT Koba Tin kepada mitra dan eks karyawannya sendiri masih sekitar 10 miliar. Namun saat dihubungi, pihak perusahaan tersebut berkomitmen akan segera melunasinya.

"Jadi waktu saya baca di media kalau Kamardin sudah keluar, saya langsung hubungi pak Matias (wakil direktur PT Koba Tin) untuk nanyakan nasib mitra dan karyawannya, dia bilang saat ini pihaknya masih mengupayakan mendapatkan persetujuan dari ESDM untuk penjualan aset," ungkapnya.

Ia menambahkan jika sudah disetujui, pihaknya akan segera melunasi seluruh kewajibannya kepada mitra dan eks karyawannya. Algafry juga mengatakan bahwa pihak kementerian ESDM sendiri akan memberi kabar dalam waktu dekat.

"Saat itu saya bilang, kalau sudah bayar pajak, jangan lupakan mitra dan karyawannya, terus dia (Matias) bilang tunggu saja kabar baiknya dari ESDM dalam beberapa hari lagi," ungkapnya, Jumat (31/3/2017).

Algafry juga mengatakan pihak akan terus mencari informasi terkait perizinan penjualan aset tersebut dan akan terus memantau perkembangannya.

"Hingga saat ini kita belum terima surat tembusan dari kementerian terkait penjualan aset ini tapi kita akan cari info terus karena walaupun sekarang persoalan tambang sudah diambil alih provinsi, lokasi serta masyarakatnya kebanyakan ada di wilayah kita," tambahnya.

Algafry juga yakin bahwa pihak koba tin akan membayar seluruh kewajibannya.

"Selama ini mereka (PT Koba Tin) membayarnya secara bertahap dan ini tahap akhir, jika sudah disetujui, saya rasa mereka akan bayar semua, bahkan dari cara bicaranya (Matias), mereka malah melepaskan seluruh penjualan aset ini ke kementerian agar tidak terjadi kesalahpahaman," terangnya.

Penulis: Riski Yulianri
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved