Piton Batik yang Melegenda, Kita Mesti Waspada Jika Berada di Area Kekuasaannya

Sanca batik dikenal melegenda karena ada beberapa hal yang tak dimiliki ular jenis lain.

Piton Batik yang Melegenda, Kita Mesti Waspada Jika Berada di Area Kekuasaannya
Istimewa
Sejumlah warga Desa Tiram Kecamatan Tukak Sadai Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sedang mengangkat ular piton sepanjang 7,2 meter yang berhasil mereka tangkap, Jumat (23/8/2013). 

Ada dua benda yang terlihat sepele tetapi sangat berguna untuk terhindar dari serangan ular, menurut peneliti reptil dan amfibi dari Insitit Pertanian Bogor (IPB), Mirza D Kusrini.

Benda tersebut adalah topi dan korek api.

Menggunakan topi rimba maupun topi tani saat berada di hutanbisa menyelamatkan nyawa dari serangan piton.

Alasannya piton biasanya berada di atas pohon.

Piton biasanya akan menjatuhkan diri dari pohon-pohon yang tinggi dan mengincar kepala terlebih dahulu sebelum melilit.

Baca: Kisah Perburuan Kulit Ular Sebelum Akhirnya Akbar Ditelan Piton Raksasa Bulat-bulat

Mirza menambahkan penting juga saat berjalan untuk melihat ke atas, mewaspadai keberadaan piton.

Selain topi jangan lupa siapkan korek api.

Caranya dengan membuat api unggun di sekitar Anda, hal ini bisa mencegah datangnya hewan buas termasuk ular mendekat.

Jangan ganggu

Hal penting lainnya yakni jangan mengganggu.

"Kalau menemukan piton, lebih baik mundur. Jangan malah diganggu," ungkap Mirza.

Menurutnya, ular pada umumnya merupakan hewan pemalu.

Jika manusia menghindar, maka ular tidak akan mengejar seperti singa.

Jangan sendirian di hutan

Pakar ular dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy, menjelaskan warga tidak perlu takut berlebihan.

"Tak perlu takut, hanya saja perlu lebih waspada bila berhadapan atau masuk ke wilayah yang mungkin menjadi habitat sanca batik tersebut," katanya.

"Cara menghadapinya, jangan sendiri kalau di hutan," kata Amir saat seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (30/3/2017).

"Piton tidak mungkin di-handle 1-2 orang. Bau-bauan menyengat bisa menghindarkan ular, tetapi untuk ular besar saya ragu."

Pelihara anjing dan hindari rawa pohon besar 

Selain itu, Amir menyarankan menghindari rawa pohon besar sebab mungkin menjadi tempat persembunyian ular.

Bagi warga yang sehari-hari tinggal di sekitar hutan, memelihara anjing adalah salah satu cara waspada.

Anjing lebih peka dengan keberadaan ular sehingga bisa membantu manusia.

Namun sebenarnya, langkah paling penting untuk dilakukan adalah menjaga lingkungan.

Saat ini, manusia dan ular sebenarnya menempati relung habitat yang berbeda.

Jadi, kecil kemungkinan ular seperti piton masuk ke habitat manusia bila habitatnya tak diganggu.

Penting pula untuk tidak membunuh mangsa piton.

Masing-masing makhluk hidup punya peran dalam habitatnya.

Bila manusia membunuh mangsa piton, maka piton pun akan mencari alternatif.  

Akibatnya, manusia juga akhirnya yang bisa jadi korbannya. 

(TribunWow.com)

Editor: fitriadi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help