2.000 Warga Tionghoa Belinyu Mudik Ceng Beng

Momen Ceng Beng, dampaknya cukup signifikan bagi berbagai sektor kegiatan ekonomi masyarakat di Belinyu

2.000 Warga Tionghoa Belinyu Mudik Ceng Beng
bangkapos.com/Riyadi
Andre alias Chin Muk 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Momen Ceng Beng, dampaknya cukup signifikan bagi berbagai sektor kegiatan ekonomi masyarakat di Belinyu Kabupaten Bangka.

Seperti Ceng Beng di tahun 2017 ini, di seputaran Kota Belinyu, terdapat sekitar 2.000 warga etnis Tionghoa yang sudah tinggal di luar daerah dan luar negeri, mereka pulang kampung ke Belinyu untuk Ceng Beng.

Tokoh Masyarakat Etnis Tionghoa, juga Penggiat Tour Belinyu, Chin Muk menyebutkan, momen ceng beng ini, secara ekonomi membuat Belinyu menjadi terangkat, terutama secara ekonomi.

"Ceng Beng membawa dampak signifikan ke berbagai sektor kegiatan perekonomian di Belinyu, mulai usaha kuliner, pedagang buah-buahan, kue, pedagang hewan seperti ayam, pedagang peralatan atau media sembahyang, sampai ke tukang rumput, semua kena dampak ceng beng, kalau kuliner secara langsung dan tidak langsung pasti kena dampak dari Ceng Beng ini," ujar Tokoh Masyarakat Etnis Tionghoa Belinyu Andre kepada bangkapos.com, Senin (3/4/217).

Penggiat Tour Belinyu (untuk dalam dan luar negeri) ini mengatakan, bahkan sektor pariwisata juga terkena dampak positif dari Ceng Beng ini.

"Banyak dari kami yang mengunjungi berbagai obyek wisata, orang belum ke Pulau Putri, mereka kesana, dampak ekonominya kan ke pedagang kuliner di pantai hingga penyedia transportasi laut yang antar jemput ke Pulau Putri," imbuh Andre atau akrab dipanggil Chin Muk ini.

Penulis: riyadi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved