Bos Uniqlo Berani Menolak Ambisi Donald Trump, Ancam Hengkang dari Pasar Amerika

Tadashi Yanai akan bertindak tegas jika diharuskan memindahkan pusat manufaktur ke sana.

Bos Uniqlo Berani Menolak Ambisi Donald Trump, Ancam Hengkang dari Pasar Amerika
Tribunnews.com/Daniel Ngantung
Uniqlo Jeans Evolution 

BANGKAPOS.COM, TOKYO -  Peritel fesyen Uniqlo mengancam akan menutup toko-tokonya di Amerika Serikat jika dipaksa membuka pabrik di Negeri Paman Sam.

Mengembalikan AS sebagai negara manufaktur menjadi ambisi Presiden Donald Trump sejak kampanye. 

Tadashi Yanai, Chairman dan Presiden Fast Retailing Co, pemegang rantai toko Uniqlo mengatakan pada koran Jepang Asahi Shimbun, akan bertindak tegas jika diharuskan memindahkan pusat manufaktur ke sana. 

"Jika saya diminta untuk itu, saya akan menarik diri dari Amerika Serikat," kata Yanai, dikutip Nbcnews, pertengahan pekan lalu.

Presiden Trump bukan hanya ingin perusahaan membuka pabrik di AS, tapi juga akan menerapkan tarif impor lebih tinggi dengan alasan meningkatkan lapangan pekerjaan dan melindungi produk dalam negeri.

Menurut ekonom, hal ini bisa memicu harga barang-barang konsumsi di AS melejit. 

Belum lagi, upah tenaga kerja yang tidak bersaing.

Menurut Yanai, membuat produk berkualitas di AS sekaligus terjangkau untuk konsumen adalah hal mustahil.

"Jika membuat pabrik di AS berujung tidak baik untuk konsumen, tidak ada gunanya berbisnis di AS," katanya.

Sebelumnya, perusahaan otomotif yang telah dipaksa Trump untuk membangun pabrik di AS.

Ford telah mematuhi Trump dengan harapan potongan pajak.

Januari lalu, akun @realDonaldTrump juga menegur Toyota untuk tidak membangun pabrik di Meksiko atau perusahaan otomotif terbesar dunia itu harus membayar upah perbatasan yang besar. 

Reporter: Sanny Cicilia

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help