Puncak Ceng Beng Besok Subuh, Ramainya dari Pukul 4 Sampai 5 Pagi

Ketua Pembina Yayasan Dharma Bhakti Toboali Hendro mengatakan menyambut Ceng Beng tahun ini pihaknya tidak menyiapkan acara khusus

Puncak Ceng Beng Besok Subuh, Ramainya dari Pukul 4 Sampai 5 Pagi
bangkapos.com/Riki Pratama
Pekuburan warga Tionghoa yang berada di Jalan Raya Puput Toboali, foto di ambil Senin (3/4/2017) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Perayaan Ceng Beng atau sembahyang kubur guna mendoakan serta memberikan penghormatan bagi arwah leluhur warga Tionghoa puncaknya akan dilaksanakan, Selasa (4/4/2017) besok.

Sama dengan warga Thionghoa lainya, di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, juga akan melaksanakan sembayang kubur, dimana data yang di dapatkan bangkapos.com dari Diskucapil Basel terdapat 2.301 warga beragama Khonghucu berada di Bangka Selatan.

Sehingga diperkirakan ribuan warga keturunan Thionghoa akan sembayang mendoakan leluhur mereka di perkuburan yang berada di Jalan Raya Puput Toboali.

Ketua Pembina Yayasan Dharma Bhakti Toboali Hendro mengatakan menyambut Ceng Beng tahun ini pihaknya tidak menyiapkan acara khusus, namun pihak yayasan hanya menambah fasilitas penerangan lampu di sekitar perkuburan.

"Jadi kegiatanya adat agama konghucu jatuh pada tanggal empat Selasa besok yaitu perayaan sembayang leluhur, umumnya bagi warga agama khonghucu baik dari luar maupun dalam, semuanya pulang ke kampung halaman untuk melaksanakan sembayang,"jelas Hendro kepada bangkapos.com, Senin (3/4/2017)

Dimana tambah Hendro dari data yang masuk sebagai keanggotan Yayasan yaitu sebanyak 1.450 KK.

"Besok itu sembayang dari jam 3-4 subuh sudah mulai, sembayang besok merupakan terakhir, jadi banyak warga konghucu yang berduyun duyun pergi sembang,"ucapnya

Ia menambahkan, warga khonghucu yang sembayang banyak berasal dari berbagai daerah, seperti Hongkong, Jakarta, dan Palembang.

"Sembayang kubur ini telah berlangsung sejak satu minggu lalu, jadi besok merupakan terakhirnya, pada hari terakhir mungkintidak mencapai ribuan orang yang datang, karena sudah datang sejak awal, tetapi bila di hitung awal sembayang mungkin mencapai ribuan orang,"ucapnya.

Hendro mencerikan mereka yang pulang ke kampung halaman biasanya tidak sendiri, mereka banyak melaksanakan sembahyang dengan sanak keluarga.

Penulis: Riki Pratama
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved