Tradisi Ceng Beng di Pulau Bangka, Momen Tahunan yang Konon Lebih Meriah Dari Negri Asalnya

Ribuan warga Tionghoa akan datang berziarah ke Pulau Bangka saat perayaan tradisi Ceng Beng (sembahyang kubur) yang puncaknya

Tradisi Ceng Beng di Pulau Bangka, Momen Tahunan yang Konon Lebih Meriah Dari Negri Asalnya
bangkapos.com/Resha Juhari
Pekerja membersihkan makam di Pemakaman Sentosa, Semabung Kota Pangkalpinang, Minggu (26/3/2017). Setiap tahunnya, Pemakaman sentosa selalu ramai didatangi warga yang ingin beribadah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ceng Beng. Puncak perayaan Ceng Beng jatuh pada tanggal 4-5 April mendatang. 

BANGKAPOS.COM--Ribuan warga Tionghoa akan datang berziarah ke Pulau Bangka saat perayaan tradisi Ceng Beng (sembahyang kubur) yang puncaknya jatuh pada tanggal 5 April mendatang.

Ribuan warga Tionghoa itu tersebar di kota-kota besar di Indonesia maupun yang merantau ke luar negeri seperti Hongkong, Amerika Serikat, RRT dan negara lain.

Mereka akan berziarah ke makam-makam leluhur mereka yang tersebar di kota-kota di Pulau Bangka seperti Pangkalpinang, Sungailiat, Muntok, Belinyu, Koba dan Toboali.

Tradisi tahunan Ceng Beng sendiri merupakan wujud bhakti kepada leluhur maupun orang tua yang sudah tiada dan merupakan moment sakral bagi warga keturunan Tionghoa dimanapun mereka berada.

Sejarah panjang Pulau Bangka dan etnis Tionghoa menjadikan sebagian warga keturunan Tionghoa mengganggap Pulau Bangka adalah tanah leluhurnya bukan negeri Cina.

Pelaku wisata Belinyu sekaligus Tokoh Tionghoa Kecamatan Belinyu kabupaten Bangka Andre Tanjung mengungkapkan, untuk wilayah Kecamatan Belinyu sendiri diperkirakan ada ribuan perantau yang kini tersebar di kota-kota besar Indonesia maupun luar negeri yang akan datang melaksanakan tradisi Ceng Beng.

Kegiatan sembahyang kubur (Ceng Beng) di Perkuburan Sentosa Pangkalpinang.  Warga Tionghoa meletakan perlengkapan dari kertas diatas kubur leluhur
Kegiatan sembahyang kubur (Ceng Beng) di Perkuburan Sentosa Pangkalpinang. Warga Tionghoa meletakan perlengkapan dari kertas diatas kubur leluhur (Bangka Pos / Agus Nuryadin)

"Itu belum kota-kota lain seperti Pangkalpinang, Sungailiat. Mereka biasanya datang rombongan. Satu keluarga kan biasanya bawa anak-anaknya juga," ungkap Andre beberapa waktu lalu.

‎ Moment Ceng Beng memberikan pengaruh yang besar terhadap geliat perekonomian maupun wisata di Pulau Bangka.

Pasalnya selain berziarah, para perantau yang datang untuk melaksanakan tradisi Ceng Beng biasanya langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berwisata di sejumlah objek wisata yang ada di Pulau Bangka.

"Kalau di Belinyu biasanya ke Pulau Putri, Batu Dinding, Romodong, benteng Kuto Panji dan objek wisata di Sungailiat seperti Puri Tri Agung dan pantai-pantainya," ujar Andre

Halaman
1234
Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help