Berbeda Keyakinan, Saat Ceng Beng Tetap Doakan Leluhur

ada warga keturunan Tionghoa yang sudah pindah agama lain, juga pulang kampung untuk memberikan penghormatan sebagai wujud baktinya

Berbeda Keyakinan, Saat Ceng Beng Tetap Doakan Leluhur
Bangkapos/Riyadi
Warga etnis Tionghoa memadati TPU Kenangan Indah di Kecamatan Belinyu, untuk sembahyang kubur (Ceng Beng) guna memberikan penghormatan kepada para leluhurnya, Rabu (4/4/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Warga keturunan Tionghoa di Kecamatan Belinyu yang memperingati Ceng Beng, tidak hanya warga yang berkeyakinan Konghucu dan Budha.

Tapi ada warga keturunan Tionghoa yang sudah pindah agama lain, juga pulang kampung untuk memberikan penghormatan sebagai wujud baktinya kepada para leluhur mereka.

"Ada warga kami yang masuk atau pindah agama lain, tapi mereka pulang di momen Ceng Beng ini, mereka memberikan penghormatan ke para leluhurnya, dengan doa menurut keyakinannya masing-masing, karena kita ada karena ada leluhur kita," ujar Kadus Gedong Desa Lumut Kecamatan Belinyu, Amen kepada bangkapos.comRabu (4/4/2017).

Warga etnis Tionghoa di Kecamatan Belinyu, sejak pukul 03.00 WIB hingga sekitar pukul 09.00 WIB lalu, melangsungkan sembahyang kubur, di Kota Belinyu, sembahyang kubur di pusatkan di TPU Kenangan Indah.

Warga etnis Tionghoa memadati TPU tersebut, untuk memberikan penghormatan kepada para leluhurnya.

Penulis: riyadi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help