Ketika Nenek Lima Cucu Bersimpuh di Makam Sang Taipak

Tertatih-tatih, perempuan usia lanjut ini menaiki anak tangga makam. Di ujung jarinya, terselip batangan gaharu berbentuk lidi

Ketika Nenek Lima Cucu Bersimpuh di Makam Sang Taipak
Bangkapos/Fery Laskari
Ny Tjhang A Moi alias Aphin (70) beserta anak cucu dan menantu Sembahyang Kubur di Pemakaman Parit 40 Akeh Sungailiat, Selasa (4-4-2017).

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Rembulan malam masih menyisakan biasnya. Sementara mentari, bersiap-siap menampakan diri di ufuk timur.

Sebelum pagi datang, Ny Tjhang A Moi alias Aphin (70), sudah membuka pintu, Selasa (4/4/2017) subuh.

Bersama anak, cucu dan menantu, perempuan usia lanjut asal Lingkungan Airsabak Kudai Utara Sungailiat, Kabupaten Bangka ini bergegas keluar rumah.

Mereka melangkahkan kaki menembus kegelapan menuju makam Sang Taipak (Paranormal), Lim Sak Chin, mendiang suami.

Sekitar 20 menit berlalu, tibalah keluarga ini di kawasan pekuburan Yayasan Karya Lestari di Parit 40 Lingkungan Akeh Sungailiat Bangka.

Satu, dari sekian banyak makam yang ada, menjadi tujuan utama. Ritual pun dilakukan, sebagai tradisi saat Sembahyang Kubur (Cengbeng) berlangsung.

Tertatih-tatih, perempuan usia lanjut ini menaiki anak tangga makam. Di ujung jarinya, terselip batangan gaharu berbentuk lidi warna merah yang mereka sebut Hio.

Benda itu dibakar pada bagian ujung,lalu digoyangkan berkali-kali persis di depan makam tadi.

Sungguh sebuah penghormatan tulus dilakukan oleh nenek lima cucu ini, di hadapan makam mendiang orang yang dia cintai, Lim Sak Chin.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help