VIDEO: Bakar Uang Kertas Wujud Bakti Kepada Orangtua

Tradisi sembahyang kubur (Ceng Beng) dilakukan untuk menghormati leluhur yang sudah meninggal.

Laporan Wartawan Bangka Pos, Agus Nuryadhyn

TRIBUNNEWS.COM, PANGKALPINANG -- Tradisi sembahyang kubur (Ceng Beng) dilakukan untuk menghormati leluhur yang sudah meninggal.

Dalam melakukan tradisi ini, selain berdoa, juga menyiapkan perlengkapan yang terbuat dari kertas.

Perlengkapan yang disiapkan, diantaranya baju dan celana, perhiasan, serta bermacam-macam nilai uang yang terbuat dari kertas.

Kertas-kertas itupun di taburkan penuh di atas pusara leluhur. Bahkan perlengkapan lainnya ada juga yang di bakar usai melakukan tradisi sembahyang kubur.

Ketua Yayasan Sentosa Pangkalpinang Djohan Riduan Hasan menjelaskan, perlengkapan uang terbuat dari kertas ini dikirim, salah satu wujud bakti kepada orangtua.

"Kirim uang kertas itu sebagai repsentatsi bhakti kepada orangtua dan leluhur, jelas Djohan saat ditemui di Perkuburan Sentosa Pangkalpinang, Selasa (4/4/2017).

Dikatakan Djohan bahwa perkburuan Sentosa ini ramai dan pada Hari Sabtu dan Minggu.

Bahkan yang datang itu , kata Djohan dari Australia, Singapura dan Belanda datang untuk melakukan sembahyang kubur (Ceng Beng) untuk lelehur.

Dikemukakan Djohan, selama sepuluh hari hingga punak Ceng Beng 4 April 2017, itu di Pangkalpinang ramai dikunjungi.

"Perayan Ceng Beng ini berdampak pada wisata di Pangkalpinang, orang datang berbelanja, dan makan," ungkapnya.

Penulis: agusrya
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved