Begini Cara Bu Mensos Menginspirasi Anak-Anak Putus Sekolah

Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa memotivasi para anak-anak yang putus sekolah agar tidak berputus asa

Begini Cara Bu Mensos Menginspirasi Anak-Anak Putus Sekolah
bangkapos.com/Nurhayati
Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa didampingi Sekda Babel Yan Megawandi, Bupati Bangka H Tarmizi Saat dan Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bangka Hj Mina Tarmizi berfoto bersama anak-anak putus sekolah yang mendapat bantuan program Bunaktuslah, Rabu (5/4/2017) di Desa Silip Kecamatan Riausilip. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa memotivasi para anak-anak yang putus sekolah agar tidak berputus asa.

Menurutnya bagi anak yang putus sekolah bisa melanjutkan pendidikannya lagi sehingga bisa meraih masa depan.

Dia menceritakan pengalaman temannya yang sempat putus sekolah karena tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan. Namun dengan tekad dan kerja keras akhirnya temannya mampu mengapai mimpinya dan menjadi pengusaha sukses.

"Saya punya teman, teman saya ini dari mulai SD tidak sempat lulus. Pada saat dia kelas IV SD. Dia kemudian tergerak ingin memberikan satu helai kain kepada ibunya. Dia menghitung, teman saya ini tadinya jualan rokok eceran di salah satu pelabuhan di Kalimantan, setelah itu karena dia tidak punya modal hanya pinjam rokok orang untuk dijual lagi," ungkap Khofifah ketika melaunching E-Warong, Program Bantuan Non Tunai dan Program Penanganan Kemiskinan Pemkab Bangka dari Kembang Desa hingga Rulahu, Rabu (5/4/2017) di Lapangan Keserasian Sosial Desa Silip Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka.

Pekerjaan menjual rokok ketengan ini dilakukan temannya setiap hari. Usahanya untuk membeli kain buat sang bunda jika hanya jualan rokok eceran uangnya tidak akan cukup.

"Bayangkan kelas IV SD saat itu dia akhirnya mengangkat getah karet di kapal. Pada saat dia mengangkat getah karet tak usah diperbandingkan ini pekerjaan anak atau bukan karena inilah kemiskinan yang terjadi di tengah masyarakat kita. Getah karet itu dipanggul kira-kira umurnya saat itu 13 tahun dia drop out kelas IV SD," cerita Khofifah.

Akhirnya menjelang lebaran temannya berhasil mengumpulkan uang untuk membeli satu helai kain untuk sang bunda. Kemudian dengan insting bisnisnya, temannya itu mengetahui kebutuhan yang dibutuhkan kotanya, tidak ada buah dan sayur. Kemudian temannya itu nekat pergi ke Surabaya hanya dengan menggunakan perahu sampan.

"Jangan dibayangkan tingginya ombak dan berapa hari perjalanan. Akhirnya kemudian karena keuletannya yang luar biasa dia menjadi distributor buah dan sayur terbesar di provinsinya," kata Khofifah.

Lalu sahabatnya itu melanjutkan pendidikan kejar paket A, B dan C.

"Dia kemudian sempat bersekolah di Amerika, hebat dak? Anak-anak yang sempat putus sekolah, Bu Khofifah berharap jangan pernah putus asa, kemarin putus sekolah, hari ini tidak boleh anak Bangka, putus asa karena putus sekolah, setuju?" pesan Khofifah memotivasi anak-anak dan warga yang hadir.

Akhirnya temannya kini menjadi pengusaha besar. Bahkan bisnis temannya itu merambah hingga ke Provinsi Bangka Belitung. Temannya itu memiliki kantor besar di jalan Thamrin Jakarta.

"Kalau di Jalan Thamrin pasti Pak Kus Direktur BRI tebak-tebak siapa ini orang?" kata Khofifah tersenyum merahasiakan nama sahabat yang diceritakannya.

Tujuannya menceritakan pengalaman temannya ini agar anak-anak terinsipirasi dan mau mengejar mimpi-mimpinya agar bisa menjadi orang sukses dan mandiri.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved