Fisik Timnas U-22 Digenjot, Luis Mila Ingin Bermain Tiki Taka ala Spanyol

Selama tiga hari berlatih di Karawaci, Kabupaten Tangerang, kata Gandia, Milla mulai mematangkan gaya permainan ala Spanyol.

Fisik Timnas U-22 Digenjot, Luis Mila Ingin Bermain Tiki Taka ala Spanyol
Super Ball
Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla saat memimpin jalannya seleksi pemain Timnas U-22 tahap ke-3 di Lapangan SPH Karawaci, Tangerang, Selasa (7/3/2017) Super Ball/Feri Setiawan 

BANGKAPOS.COM - Menjelang terbang ke Spanyol, Pelatih Timnas Indonesia U-22, Luis Milla, menggenjot kemampuan fisik para pemainnya.

Milla ingin meningkatkan kemampuan fisik anak-anak asuhnya, karena dia ingin menerapkan permainan yang menuntut fisik yang prima.

Pelatih fisik skuad Indonesia U-22, Miguel Gandia, menyatakan fisik pemain Garuda Muda harus prima, sebab Milla bakal menerapkan permainan ala Spanyol di Tim Nasional Indonesia U-22.

"Di Spanyol akan ada latihan tim dan personal yang akan kami praktikan di sini. Latihan personal itu maksudnya, porsi latihan setiap pemain berbeda," kata Gandia.

Selama tiga hari berlatih di Karawaci, Kabupaten Tangerang, kata Gandia, Milla mulai mematangkan gaya permainan ala Spanyol.

Hal itu belum pernah dilakukan Milla saat menyeleksi pemain Indonesia U-22.

"Sekarang kami sudah jadwalkan untuk memberi latihan individu kepada pemain Tim Nasional Indonesia U-22 yang membutuhkan," kata Gandia.

"Bagi pemain Tim Nasional Indonesia U-22 yang sudah cukup, tidak perlu lagi. Latihan individu ini dilihat dari hasil latihan. Kalau kurang, pasti akan kami berikan," imbuh Gandia.

Sementara Milla mengaku terkejut ketika pertama kali melatih skuad Indonesia U-22. Katanya, Indonesia tidak memiliki filosofi bermain.

"Dulu saya pernah menjadi Pelatih Tim Nasional Spanyol U-19. Di daftar final kami ada enam sampai tujuh pemain dari akademi Barcelona, tetapi sudah profesional. Saya belajar tentang filosofi bermain mereka. Di Barcelona, hal ini sudah diajarkan sejak 30 tahun lalu dan terus diulang-ulang," kata Milla.

"Saya punya saran untuk PSSI, pemain muda harus punya filosofi yang terus berlanjut. Di setiap daerah tidak boleh beda kurikulum filosofinya," tambah Milla.

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved