Kisah Lilis dan Janda Hayani Hidup dengan Upah 2,5 kg Hasil Menyadap Karet

Lilis mengisahkan, selain sebagai ibu rumah tangga, sehari-harinya juga sebagai penyadap karet.

Kisah Lilis dan Janda Hayani Hidup dengan Upah 2,5 kg Hasil Menyadap Karet
bangkapos.com/Riyadi
Lilis warga Desa Pangkalniur Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka, penerima bantuan Program Keluarga Sejahtera (PKH) 2017 dari Kemensos RI, Rabu (5/4/2017).

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ibu rumah tangga Lilis warga Desa Pangkalniur Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka, harus dihadapkan dengan kondisi ekonomi keluarganya yang serba pas-pasan.

Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos RI 2017 ini, mememiliki tiga anak yang duduk di bangku sekolah dasar.

Suami Lilis, Dori sehari-hari aktivitasnya ngereman, ngelangkung (sejenis buruh harian) di lokasi tambang inkonvensional (TI).

Lilis sendiri selain mengurus rumah tangga, juga ngaret bersama adiknya, Hayani.

Lilis mengisahkan, selain sebagai ibu rumah tangga, sehari-harinya juga sebagai penyadap karet.

Karet yang disadap bersama adiknya, dalam setiap hari, hasilnya rata-rata hanya 5 kg.

"Lima kilo itu kami bagi dua, jadi kami dapat 2,5 kg, yang 2,5 kg lagi untuk dia (Hayani), jadi kalau harga karet sedang murah begini, sehari hasil ngaretnya kurang dari 14 ribu," kisah Lilis kepada bangkapos.com Kamis (6/4/2017).

Harga karet saat ini sekitar Rp 5.300 per kilo.

Kehidupan keluarga Dori-Lilis hanya apa adanya, keluarga ini adalah dari kalangan keluarga kurang mampu.

Halaman
12
Penulis: riyadi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved