BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Kisah Seekor Kepiting Kecil Ajaib di Kolong Tengkorak, Kapal Besar di Naiki Langsung Oleng

"Kolong Tengkorak inikan bekas penambangan timah zaman Singkek dulu, sebelum kemerdekaan. Dulu ada kapal keruk pake tenaga uap

Kisah Seekor Kepiting Kecil Ajaib di Kolong Tengkorak, Kapal Besar di Naiki Langsung Oleng
Tribun Jogja

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Akhir-akhir ini, nama Kolong Tengkorak Lingkungan Nelayan II Sungailiat Bangka, menjadi pembicaraan hangat sejumlah warga. Kolong bekas penambangan timah Zaman Singkek Parit, sebelum kemerdekaan itu, menyimpan berbagai kisah mistis.

DALAM sepuluh tahun terakhir, kolong ini sudah menelan sedikitnya belasan korban jiwa. Sejumlah pihak pun percaya, ada mahluk halus penghuni kolong tadi.

Cerita tak masuk akal pun muncul kembali, pasca kematian dua bocah secara bersamaan, Elwiransyah (13) dan Saiful Bahri (9), warga Kawasan Tanah Hongkong Lingkungan setempat, beberapa hari lalu.

"Sebelumnya pernah empat kejadian, dan selalu dua orang sekaligus jadi korbannya, tewas di Kolong Tengkorak. Waktu kejadianya satu sama lainnya, selalu berdekatan," kata Syarifuddin Bulo-Bulo (60), paman korban, Elwiransyah-Saiful Bahri kepada Bangka Pos Group, Kamis (6/4).

Kebanyakan korban di kolong ini, anak-anak atau remaja usia di bawah umur.

"Entah mengapa, sepertiya setiap tahun harus ada persembahan (korban di Kolong Tengkorak dan sekitarnya)," kata pria asal Sulawesi, berkumis tebal, mengenakan gelang akar bahar sebesar jempol di lengannya itu, saat bercerita mistis pada Wartawan Bangka Pos Group.

Sama seperti warga lainnya, Syarifudin Bulo-Bulo merasa yakin, tentang mistis Kolong Tengkorak.

"Kolong Tengkorak inikan bekas penambangan timah zaman Singkek dulu, sebelum kemerdekaan. Dulu ada kapal keruk pake tenaga uap beroperasi di sekitar sini. Ini bekas tambang timahnya, zaman China Parit tempoe doloe," katanya.

Lokasi Kejadian, Sungai Kolong Tengkorak Lingkungan Nelayan Sungailiat
Lokasi Kejadian, Sungai Kolong Tengkorak Lingkungan Nelayan Sungailiat (IST)

Menurutnya, di ujung Kolong Tengkorak, dekat muara, terjadi petemuan arus.

Kondisi itu karena terjangan aliran air berbagai arah, dari dataran lebih tinggi, mulai dari Pemali Airanyut hingga Lingkungan Nelayan.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help