Begini Kisah Gadis Australia Jadi Mualaf di Acara Zakir Naik, Sebelumnya Tak Boleh Sentuh Al Quran

Wayan Indah Harris, gadis 22 tahun, menjadi pusat perhatian di balai sidang Baruga Andi Pangerang Petta Rani, kampus Universitas Hasanuddin

Begini Kisah Gadis Australia Jadi Mualaf di Acara Zakir Naik, Sebelumnya Tak Boleh Sentuh Al Quran
DOK ZAKIR NAIK/HANDOVER/INSTAGRAM.COM/WAYANINDAH
Gadis asal Australia Wayan Indah Harris (22) menjadi muallaf usai mendengarkan ceramah pada safari dakwah Dr Zakir Naik Visit Makassar, Indonesia 2017 yang bertajuk 'Quran and Modern Science', di balai sidang Baruga Andi Pangerang Petta Rani, kampus Universitas Hasanuddin, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (10/4/2017). Dia mengucapkan dua kalimat syahat bersama dengan tujuh orang lainnya di tempat itu dan dibimbing Zakir Naik. 

BANGKAPOS.COM - Wayan Indah Harris, gadis 22 tahun, menjadi pusat perhatian di balai sidang Baruga Andi Pangerang Petta Rani, kampus Universitas Hasanuddin, Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (10/4/2017).

Mahasiswi semester enam Bisnis Internasional pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nobel, Makassar, itu satu dari delapan orang yang memilih masuk Islam setelah berdialog dengan dai kondang asal India, Dr Zakir Abdul Karim Naik.

Niat untuk menjadi mualaf sudah lama muncul dari dalam hati selebriti Instagram ini.

Namun, saat itu masih ada keraguan dari dalam dirinya.

Keraguan alumnus SMK Telkom Makassar ini kemudian terjawab di sela pemaparan Zakir Naik.

Indah ke acara bertajuk 'Qur'an and Modern Science' itu ditemani kekasihnya, Andi Fadel Austyn Ramadhan atau DJ Austyn sekaligus putra pengusaha dan politisi Andi Januar Jaury Dharwis.

Di samping sang kekasih, gadis kelahiran 18 Februari 1995 itu mengucapkan dua kalimat syahadat, lalu mengenakan hijab.

Hadir, antara lain, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang dan istri Majdah Muhyiddin Zain, anggota DPD RI Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Aries Tina Pulubuhu, mantan Rektor Universitas Hasanuddin Idrus A Paturusi.

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, dan Wakil Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah Ikhawan Abdul Djalil.

Panitia menyebut, peserta yang hadir mencapai 10 ribu.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help