HKTI Babel Konsentrasi Bangun Agrowisata di Lahan Kritis Eks Tambang

HKTI Bangka Belitung sudah mengawali pemanfaatan lahan kritis paska tambang di Parittiga.

HKTI Babel Konsentrasi Bangun Agrowisata di Lahan Kritis Eks Tambang
Istimewa
Ketua HKTI Babel Mulyadi 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Setelah mengikuti Rapimnas Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Minggu dan Senin (9-10/4/2017) di Jakarta, Ketua DPD HKTI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Mulyadi, melanjutkan komitmennya manfaatkan lahan kritis paska tambang, di Bukit Mantan (Manik-Gantan) Indah di Parittiga, Bangka Barat.

Pemanfaatan lahan kritis paska tambang, bertujuan agar lahan dapat dikelola secara maksimal, yakni sebagai lahan pertanian yang produktif.

Menurut Mulyadi, HKTI Bangka Belitung sudah mengawali pemanfaatan lahan kritis paska tambang di Parittiga.

"Dalam memanfaatkan lahan kritis paska tambang agar kembali produktif dan bisa di manfaatkan untuk sektor pertanian, kami telah memulainya dengan melakukan cetak sawah, sebelum dicetak jadi sawah, lahannya sudah kami tutup dengan tanah humus, lalu di tanami rumput gajah untuk pakan ternak sapi, rumput gajahnya tumbuh subur dan siap untuk dijadikan sawah," ungkap Mulyadi ketika menghubungi bangkapos.com, Senin (10/4/2017).

Dikatakan Mulyadi, lahan kritis yang sudah dikelola, tidak hanya untuk tanaman pakan ternak sapi dan untuk cetak sawah, tapi disekitarnya juga sudah ditanami palawija hingga beragam pohon buah.

"Lahan kritis eks tambang itu sudah kami kelola sejak beberapa tahun lalu, ya tidak hanya untuk lahan tanaman pakan ternak sapi, cetak sawah, lahan tanaman palawija hingga buah-buahan, tapi orientasi kami menjadikan lahan eks tambang tersebut sebagai tempat agro wisata," jelas Mulyadi.

Penulis: riyadi
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved