Begini Aksi Perempuan Bercadar Penyelundup Sabu, Ternyata Sejak Lama Jadi Buronan Polisi

Perempuan penyelundup sabu ke dalam Lapas Kedungpane Semarang dengan modus memakai cadar sudah lama jadi buronan polisi.

Begini Aksi Perempuan Bercadar Penyelundup Sabu, Ternyata Sejak Lama Jadi Buronan Polisi
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Perempuan bercadar ini diduga kuat menyelundupkan sabu untuk warga binaan di Lapas Kedungpane, Semarang. Ia tertangkap tangan berikut barang bukti sabu dan kini diperiksa di Polsek Ngaliyan, Selasa (11/4/2017). 

BANGKAPOS.COM, SEMARANG - Perempuan penyelundup sabu ke dalam Lapas Kedungpane Semarang dengan modus memakai cadar sudah lama jadi buronan polisi.

Novitasari Tri Purwati alias Luciana masuk dalam daftar pencarian orang Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng sejak Juli tahun lalu.

Fakta ini terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian setelah Luciana tertangkap berusaha memasukkan sabu ke dalam Lapas Kedungpane.

"Luciana ini sudah lama jadi TO (target operasi) kami. Pada 19 Juli 2016 dia terlibat kasus 97 gram heroin. TKP-nya di rumahnya di Jalan Gemah Selatan II, Pedurungan, Kota Semarang," ujar Direktur Reserse Narkoba Kombes Krisno Halomoan di Polda Jateng, Rabu (12/4/2017).

Aparat terus mendalami kasus ini untuk mengetahui pengendali pelaku dan sasaran peredaran sabu-sabu tersebut. Beberapa saksi diperiksa, termasuk penghuni Lapas Kedungpane.

"Hasil pemeriksaan kami, Luciana merupakan orang suruhan dari warga binaan Lapas tersebut," Krisno menambahkan.

Modus yang digunakan pelaku adalah mengunjungi dan menuliskan nama seorang narapidana di buku tamu penjara. Tujuannya bukanlah membesuk orang yang tertulis itu.

"Itulah hasil pengecekan yang dilakukan petugas Lapas. Pelaku memasukkan narkoba jenis sabu ke dalam bungkus rokok yang diselipkan ke dompet. Kami juga masih menyelidiki jumlah sabu yang dimasukkan pelaku ke dalam lapas," papar Krisno.

Kalapas Kelas I Kedungpane Semarang, Taufiqurrakhman, mengatakan Luciana yang mengaku asal Solo mendaftar untuk membesuk Fajar Hidayat pukul 10.20 WIB, salah satu warga binaan.

“Tetapi (membesuk Fajar, red) cuma kamuflase. Sebetulnya ia akan membesuk suaminya bernama Erwin Sindu Aditama yang terkena hukuman 5 tahun penjara kasus narkotika,” kata Taufiqurrakhman.

Halaman
12
Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help