Menguak Kisah PO Sabang Jaya, Bus Sarat Kenangan yang Beroperasi Sejak Tahun 1954-2000

Bus itulah pertama mengantarkan warga Toboali ke Pangkalpinang, mobil milik ayah saya merek Chevrolet, saat itu kami hanya melayani

Menguak Kisah PO Sabang Jaya, Bus Sarat Kenangan yang Beroperasi Sejak Tahun 1954-2000
Bangkapos.com
Bangkai bus PO Sabang Jaya yang dimiliki Lie Po Sang di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tergopoh-gopoh, Lie Po Sang yang sudah renta melepas satu persatu foto yang ada di dinding rumahnya di Toboali. Satu di antara foto itu adalah fotonya sedang bergaya di depan bus PO Sabang Jaya.

Foto itu terbingkai rapi, dan terawat. Melihat foto itu, Lie Po Sang berusaha mengenang kembali masa kejayaan bus PO Sabang Jaya yang sangat fenomenal kurun waktu tahun 1954-2000 itu.

Ia adalah pewaris usaha yang dirintis ayahnya Lie Sung Fuk.

Lie Po Sang yang bernama asli Rusli Hasan ini menceritakan, pertama kali ayahnya memiliki mobil dengan merek Dotge pada tahun 1946 dengan plat polisi B 942, yang merupakan mobil truk, pabrikan USA yang sering digunakan mengantarkan kayu ke Kota Pangkalpinang.

Baca: Suka Ngopi, Inilah 9 Fakta Aneh dan Tak Terduga dari Kopi yang Anda Minum

Selain memiliki mobil truk, ayah Lie Po Sang juga memiliki bus kayu Cevrolet produksi tahun 1947, yang merupakan bus pertama kali melayani trayek Pangkalpinang-Toboali sejak tahun 1954 hingga 2000.

"Bus itulah pertama mengantarkan warga Toboali ke Pangkalpinang, mobil milik ayah saya merek Chevrolet, saat itu kami hanya melayani satu sip. Artinya apabila sudah mengantar penumpang ke Pangkalpinang kembali ke Toboali baru besok harinya, kami menginap di sana, di gang Singapur, di situ ada hotel di situlah kami tidurnya," katanya.

Lie Po Sang berfoto di depan mobil PO Sabang Jaya.
Lie Po Sang berfoto di depan mobil PO Sabang Jaya. (Bangkapos/RikiPratama)

Ketika menarik Bus, Lie Po Sang mengatakan tidak memiliki jadwal tetap untuk berangkat, pasalnya ketika dilihat penumpang sudah penuh, ia langsung berangkat kapanpun. Muatan bus ini bisa menampung penumpang hingga 35-40 orang dialamnya.

"Aku tamat sekolah tahun 1958 saat itu aku sudah membantu ayah saya bekerja," ujarnya.

Baca: Gadis Jual Keperawanan, yang Dilakukan Pria yang Membelinya Di Kamar Sungguh Tak Terbayangkan

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help