Ahok Diadukan Terkait Kasus WiFi dengan Password Kafir

Bareskrim Mabes Polri akan melakukan pemeriksaan terhadap Ketua Pengusaha Muda Indonesia Sam Aliano

Ahok Diadukan Terkait Kasus WiFi dengan Password Kafir
bangkapos.com/Dedy Qurniawan
Ahok saat menjenguk dan berbincang dengan mantan Kades Mengkubang, Kecamatan Damar, Sera'i Wahid yang diketahui sedang sakit dan membutuhkan penanangan medis. Keduanya bertemu sebelum Ahok bertolak kembali ke Jakarta, Kamis (6/4/2017). 

BANGKAPOS.COM - Bareskrim Mabes Polri akan melakukan pemeriksaan terhadap Ketua Pengusaha Muda Indonesia Sam Aliano terkait laporannya tentang WiFi dengan kata kafir sebagai passwordnya, Senin (17/4/2017).

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya akan memeriksa Sam pada Senin besok terkait laporan WiFi dengan password kafir yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Senin diperiksa di Bareskrim, kalau waktunya nanti diberitahukan," kata Rikwanto saat dihubungi Sabtu (15/4/2017).

Sejauh ini, ucapnya, pihaknya baru memanggil Sam selaku pelapor untuk dimintai keterangan.

Pemanggilan Sam ini dilakukan untuk mendalami laporan yang dibuatnya.

Menurutnya, seluruh laporan yang masuk dari masyarakat tentunya akan ditindak lanjuti.

"Kalau untuk Ahok nanti akan dipanggil juga untuk dimintai keterangannya," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Sam Aliano membenarkan adanya pemeriksaan terhadap dirinya.

Rencananya, dia dipanggil sebagai saksi dalam kasus tersebut, Senin (17/4/2017) sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurutnya, dia akan datang bersama pengurus majelis taklim ke Bareskrim Mabes Polri, di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.

"Kami akan datang ke Bareskrim sebagai saksi dan memberikan keterangan, serta membawa tambahan bukti atas penghinaan terhadap agama yang kedua kalinya yang dilakukan oleh Ahok," katanya.

Dia menegaskan, Ahok telah membuat resah tidak nyaman dan mengganggu ketenangan di Jakarta, bahkan di Indonesia umumnya.

Ini menjadi ancaman untuk kesatuan umat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami harap dari kepolisian agar segera memanggil saudara Ahok untuk diadili," ucapnya.

Editor: Alza Munzi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved