BangkaPos/
Home »

News

» Jakarta

Tak Disangka DR Zakir Naik Ngomong Begini Soal Islam di Indonesia

Tak hanya di Indonesia saja, Dr Zakir Abdul Karim Naik (51), adalah sosok kontroversi dunia.

Tak Disangka DR Zakir Naik Ngomong Begini Soal Islam di Indonesia
TRIBUN TIMUR/THAMZIL THAHIR
Dai dan ulama asal India, Dr Zakir Karim Naik, Sabtu (15/4/2017) pagi, datang sarapan di kediaman founder Bosowa Aksa Mahmud di Jl Pandeglang, Menteng, Jakarta Pusat. 

BANGKAPOS.COM - Tak hanya di Indonesia saja, Dr Zakir Abdul Karim Naik (51),  adalah sosok kontroversi dunia.

Di negara kelahirannya, India, mubaligh berlatar pendidikan dokter bedah ini ditolak. Di Bangladesh, negeri tetangga, aktivitas dakwahnya dilarang. 

Rekaman aktivitas Muslim dunia dan syiarnya yang disiarkan melalui jejaring Peace TV, --stasiun TV kabel yang dia dirikan tahun 2006-- dilarang di India, Bangladesh, dan sebagian Amerika.

Namun ayah dua anak ini, Fariq Naik dan Rushdaa Naik ini, tak bergeming. Setahun terakhir, dia memilih bermukim dapat "suaka" dakwah di Malaysia. 

Rekaman dakwahnya, yang beredar kanal sosial media, YouTube, Facebook dan Vlog justru ditonton hampir 100 juta viewer (pengunjung). Kondisi itu setiap hari.

Jejaring Peace TV yang bermarkas di Dubai, Uni Emirat Arab, dilaporkan ditonton 100 juta pemirsa dengan bahasa Inggris, Arab dan tentu bahasa ibunya, Urdu.

Naik bahkan menawarkan kepada founder Bosowa Corporation, Aksa Mahmud dan dua anaknya, Subhan Aksa dan Munafri "appi" Arifuddin, untuk ikut berdonasi membangun jaringan Peace TV dalam bahasa Indonesia.

"Anda bisa ikut berdakwah di Indonesia, memberitahu ke dunia, bahwa Islam bukan agama teroris, Islam ini agama damai, agama yang mengajarkan menghargai humanity," kata NAik yang didampingi perwakilan Islamic Research Foundation (IRF) Dr Al Bukhari Al Wahid.

Di sela-sela sarapan, Wartawan Tribun Thamzil Thahir dan fotografer Muhammad Abdiwan, mendapat kesempatan khusus mewawancarai suami Dr Farhat Naik ini.

Tentang perkembangan Islam di Indonesia, Naik menyebutnya, masih sebatas Islam sebagai bagian dari tradisi. 

Halaman
123
Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help