BangkaPos/

Lagi, Ikan Duyung Langka Tertangkap di Bangka Tengah, Dilepas Kembali dengan Kompensasi 8 Juta

sebelum ikan itu dilepaskan Terjadi negosiasi yang berjalan alot lantaran nelayan setempat bersikukuh meminta uang pengganti

Lagi, Ikan Duyung Langka Tertangkap di Bangka Tengah, Dilepas Kembali dengan Kompensasi 8 Juta
bangkapos.com/Riski Yuliandri
Nelayan Kurau Bawa Ikan Duyung ke Darat 

"Tadinya masih hidup, tapi setelah saya bawa ikan ini mati," ungkap nelayan yang diketahui bernama Faiz.

Ikan duyung yang berbobot sekitar 100 kilogram itu kemudian di bawa darat, dibelah, dan kemudian dagingnya dijual.

"Tadinya mau kita pelihara atau apalah tapi berhubung sudah mati ya kita jual saja, lagian nelayan lain yang ikut membantu juga setuju," kata Faiz.

Foto-foto bukti perburuan ikan duyung di Belitung pada tahun 1862 dimuat didalam buku penulis Belanda De Groot.
Foto-foto bukti perburuan ikan duyung di Belitung pada tahun 1862 dimuat didalam buku penulis Belanda De Groot. (Pos belitung)

Kisah keberadaan ikan duyung di Bangka Belitung memang bukan barang baru.
Sejak zaman kolonial Belanda, ikan duyung merupakan objek buruan yang bernilai tinggi.

Satu kisah dituturkan oleh Udin (76), sesepuh Orang Laut (Suku Sawang) di Desa Selinsing, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur.

Ia menuturkan, nenek moyang mereka adalah pemburu ikan duyung yang andal.

Mereka melakukannya secara tradisional menggunakan tombak Rampang dan perahu kecil yang biasa disebut Perawok atau Kulek.

Perburuan dilakukan dengan menombak ikan duyung secara manual dan kemudian membiarkannya sampai lemas.

Pangkal tombak dipasangi tali sehingga ikan duyung tetap berada dalam jarak pengamatan.

Keadaan saat ikan duyung berhasil ditombak ternyata cukup menegangkan.

Menurut Udin, perahu Kulek biasanya bisa ditarik hingga puluhan hingga ratusan meter.

Bagi yang tidak berpengalaman, perahu bisa saja terbalik akibat gerakan duyung yang begitu kuat.

Kini kisah perburuan ikan duyung tinggal kenangan.
Menurut Udin perburuan itu sudah lama ditinggalkan.

Bukan karena untuk pelestarian, tapi memang jumlahnya sekarang sangat sedikit, dan makin sulit ditemukan.

Menurutnya, ikan duyung memiliki nilai jual yang tinggi sejak zaman dulu.

Nelayan biasanya langsung pulang jika sudah berhasil mendapatkan satu ekor ikan duyung.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help