BangkaPos/

Baru Satu Komunitas Lokal Jalin Kerjasama Dengan Pos Indonesia

Deni tak dapat menyebut angka pasti besaran persentase E-commerce terhadap pendapatan kantor Pos Tanjungpandan

Baru Satu Komunitas Lokal Jalin Kerjasama Dengan Pos Indonesia
IST
Ketua Komunitas Bukalapak Bangka Belitung, Handarata (Momon). 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BELITUNG--- Manajer Akuntansi Kantor Pos Indonesia Tanjungpandan, Mohamad Deni Saputra mengakui perkembangan bisnis E-Commerce berperan meningkatkan pendapatan kantor Pos Indonesia.

Meski demikian produk UKM Tanjungpandan yang keluar daerah dinilai masih sedikit dibanding produk luar daerah yang dipesan oleh warga Tanjungpandan melalui E-Commerce

Deni tak dapat menyebut angka pasti besaran persentase E-commerce terhadap pendapatan kantor Pos Tanjungpandan namun berdasarkan data, kenaikan pendapatan di Maret 2017 naik sebesar 30 persen dibanding bulan sebelumnya.

Pasalnya, PT. Pos Indonesia mengadakan kerjasama dengan portal belanja online, diantaranya seperti Blibli, Traveloka. Tokopedia, Lazada. Kaskus dan OLX. Sementara di tingkat UPT Kantor Pos Indonesia Tanjungpandan hingga saat ini baru bekerjasama dengan Komunitas Bukalapak Bangka Belitung.

Komunitas Bukalapak Bangka Belitung bekerjasama dengan Pos Indonesia Tanjungpandan sejak Desember 2016. Per hari ada sembilan item yang dikirim dari Tanjungpandan ke berbagai daerah di Indonesia yang mayoritas terdiri dari barang elektronik dan makanan khas Belitung.

"Kerjasama ini inisiatif dari kami sendiri yang berusaha mencari peluang. Belum banyak pengusaha E-commerce di sini (Tanjungpandan).Kebanyakan masih sistem pick up diambil dari toko untuk dikirim ke luar daerah" tambahnya.

Namun Pos Indonesia Tanjungpandan memberikan komitmen bahwa pengiriman barang dapat dilakukan dalam waktu cepat khususnya untuk wilayah ibukota provinsi di seluruh Indonesia.

"Untuk menggait komunitas Bukalapak kami tawarkan free ongkir, jadi pelapak (sebutan untuk penjual) tidak perlu mengeluarkan uang untuk ngirimin barang. Biaya pengiriman sudah diinclude dari pembelian. Semisal kiriman dari Tanjungpandan ke Tasikmalaya kami kirim siang, sore hari sudah sampai jadi sistemnya someday gak sampai H plus 1" terang Deni.

Ketua Komunitas Bukalapak Bangka Belitung, Handarata yang akrab disapa Momon mengungkapkan sistem berjualan online membuat omsetnya meningkat empat kali lipat.

Kala membuka toko konvensional yang menjual kamera, Momon mendapat omset sebesar Rp.10 juta, namun kini ia dapat meraup omset sebesar Rp.40 juta dari 200 transaksi selama satu bulan

"Waktu itu omsetnya jeblok karena harus mikirin biaya operasional seperti sewa tempat dan gaji karyawan. Beda sekali dengan toko online. Kita gak keluarkan biaya itu semua, untungnya bisa 100 persen" ujar Momon

Penulis: Dhina Sakti
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help