Home »

Lokal

» Bangka

Ikan Duyung Hanya Ada di Babel dan Delta Mahakam

perairan Bangka Belitung menjadi habitat beberapa ikan langka dan dilindungi, seperti Ikan dugong-dugong atau ikan duyung

Ikan Duyung Hanya Ada di Babel dan Delta Mahakam
BANGKAPOS.COM/KRISYANIDAYATI
Guru Besar Oseanografi dan Geomatika Laut Universitas Bangka Belitung, Prof. Dr. Ir. Agus Hartoko. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKPOS.COM, BANGKA - Guru Besar Oseanografi dan Geomatika Laut Universitas Bangka Belitung, Prof. Dr. Ir. Agus Hartoko menjelaskan perairan Bangka Belitung menjadi habitat beberapa ikan langka dan dilindungi, seperti Ikan dugong-dugong atau ikan duyung yang beberapa waktu lalu sempat ditemukan Nelayan Kurau.

Agus yang juga wakil rektor II UBB menyayangkan adanya penangkapan ikan mamalia yang bertulang belakang itu. Ia menyatakan saat ini populasi ikan duyung ini sangat langka dan hanya ada di perairan Babel dan Balikpapan di Delta Mahakam, pasalnya ikan ini hanya bisa hidup di perairan dangkal.

"Ikan duyung secara alamilah hidup di perairan dangkal, ini hanya ada di Babel dan Balik Papan di Delta Mahakam karena tempatnya subur. Perairan Babel subuh karena mendapat pasokan air dari natuna, selat malaka, sampai kampar, dan ikan duyung hanya ada di daerah tropis," kata Agus kepada Bangka Pos, Rabu (19/4).

Ia menjelaskan ikan duyung yang tertangkap nelayan di Kurau, merupakan ikan yang terperangkap saat mencari makanan. Ia mengatakan ikan dugong-dugong merupakan mamalia yang hidup di muara dengan kedalaman 5-10 meter. Ikan dengan berat sampai dengan 100 kg ini, merupakan ikan yang pergerakannya lambat dan mudah tertangkap.

"Tertangkap di Kurau itu terjebak karena muaranya, sebetulnya mencari makan, habitat aslinya itu di selat bangka, bangka selatan, utaranya Belitung, hidyp di muara estuari yang merupakan pertemuan darat dan laut kadang terperangkap di sanitas rendah," jelasnya.

Lanjutnya, faktor lain yang menyebabkan ikan duyung masih ada di perairan Babel ialah ketersediaan makanannya. Ikan duyung merupakan herbivora pemakan
jenis makro alga Enhalus. Jenis makro ini hanya ada di laut yang berpasir dan belum tercemar.

"Dia biasanya 5-10 meter, sedangkan makanannya 1-2 meter saja. Ini kan di perairan dangkal, karena makanannya padang lamun, terutama jenis makro alga : Enhalus. S.p. Secara alamiah makanannya ini ditemukan di tempat berpasir yang belum tercemar, ini ada di Delta Mahakam dan di Babel," katanya.

Ia khawatir jika kondisi ini tidak terjaga, populasi ikan duyung yang ditangkap dan pasokan makanan berkurang, akan semakin langka populasinya.

"Kita khawatir kalau ada perusakan alam makanannya sulit, maka ini akan semakin punah, dan ini berbahaya," katanya.

Halaman
12
Penulis: krisyanidayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help