Rumah Mewah Bos Warteg Ogah Diganti Rp 1,5 Miliar, Meski Disamping Proyek Tol

Sanawi, menilai penawaran harga yang disodorkan tim appraisal pembebasan lahan rendah.

Rumah Mewah Bos Warteg Ogah Diganti Rp 1,5 Miliar, Meski Disamping Proyek Tol
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Rumah mewah milik juragan warung tegal masih berdiri kokoh di proyek jalan tol Pejagan-Pemalang Seksi III di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Selasa (18/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

BANGKAPOS.COM, SLAWI - Rumah mewah milik juragan warung tegal masih berdiri kokoh di proyek jalan tol Pejagan-Pemalang Seksi III di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal.

Rumah-rumah di sekelilingnya sudah rata dengan tanah.

Pemilik rumah, Sanawi, menilai penawaran harga yang disodorkan tim appraisal pembebasan lahan rendah.

Pengacara Sanawi, Rokhmantono, mengatakan nilai yang diajukan panitia pembebasan lahan sebesar Rp 1,5 miliar sehingga kliennya menolak.

"Secara fisik memang nilainya segitu. Tapi, panitia pembebasan lahan juga harus mempertimbangkan kerugian nonfisik," kata Rokhmantono, Selasa (18/4/2017).

Kerugian nonfisik yang dimaksud di antaranya sejarah bangunan, lama tinggal, dan usia bangunan. Perhitungan nilai nonfisik sekian persen dari nilai fisik.

Setelah dihitung, kata dia, total nilai nonfisik hampir Rp 1 miliar.

Dari hasil hitung-hitungan tersebut pemilik meminta ganti rugi sebesar Rp 2,8 miliar meliputi kerugian fisik dan nonfisik.

"Kerugian nonfisik atau solatium sebesar satu miliar. Itu bangunan sudah ada sejak 1965," ia menambahkan.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved