Inilah Ch’ŏnma-ho, Tank Mematikan Bersenjata Gado-gado dari Korut

Tertinggal jauh untuk urusan teknologi dan mengalami embargo untuk senjata konvensional bukan berarti Korea Utara menyerah

Inilah Ch’ŏnma-ho, Tank Mematikan Bersenjata Gado-gado dari Korut
Angkasa
tank Ch’?nma-ho (kuda sembrani) 

BANGKAPOS.COM--Tertinggal jauh untuk urusan teknologi dan mengalami embargo untuk senjata konvensional bukan berarti Korea Utara menyerah pada keadaan.

Untuk tank tempur utama, Korut tidak memiliki tank yang lebih baik dari T-62. Tank ini berasal dari tahun 1960-an, walaupun jumlahnya memang ribuan.

Di tangan Korut, T-62 dibongkar dan diproduksi di dalam negeri sebagai tank Ch’ŏnma-ho (kuda sembrani) berbekal T-62 yang didatangkan dari Uni Soviet dan Suriah.

Secara bertahap tank ini dimodifikasi dan akhirnya dikenal dalam enam generasi modifikasi yang berbeda, Ga, Na, Da, Ra, Ma, Ba atau generasi 1 sampai 6.

Semuanya dikerjakan oleh Biro Mesin Industri ke-2 Korut. Diperkirakan Korut memiliki antara 1.000 sampai 1.250 unit tank Ch’ŏnma-ho dari berbagai versi dan tahun produksi.

Secara umum, bentuk dasar Ch’ŏnma-ho adalah T-62, dengan mesin V-55 12 silinder yang diimpor dari Slovakia.

Tank ini dioperasikan oleh empat orang awak mulai dari pengemudi, komandan, juru tembak dan juru pengisi.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un ((The Guardian/AFP/Getty Images/KNS))

Modal utama penggempur Ch’ŏnma-ho adalah meriam kaliber 115 mm 2A20/U-5TS Molot. Ini adalah meriam tanpa ulir (smoothbore) pertama yang digunakan secara luas oleh Blok Timur. Meriam ini juga sudah mengenal sistem stabilisasi pada dua sumbu.

Dari tank-tank Ch’ŏnma-ho yang dimunculkan pada parade, meriam 2A20/U-5TS Molot menerima sistem laser rangefinder yang dapat dipergoki pada boks yang dipasang di bagian atas pangkal laras.

Nah, karena Korut memiliki keterbatasan dalam menggelar pasukannya secara tersebar dengan peralatan komunikasi yang berjangkauan jauh, maka mau tidak mau tiap alutsistanya didesain harus bisa beroperasi secara mandiri.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Angkasa
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help