Jamkrida Bukan BUMD Sembarangan

Jamkrida merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang saat ini berkontribusi terhadap Pemerintah Provinsi Babel.

Jamkrida Bukan BUMD Sembarangan
bangkapos.com/Ryan A Prakasa
Direktur Jamkrida Erlan Hadi Susanto 

Laporan Wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Direktur Utama Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bangka Belitung (Babel) Erlan Hadi Susanto mengatakan Jamkrida merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang saat ini berkontribusi terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel.

Hal itu diungkapkannya lantaran selama ini, adanya kesan yang negatif terhadap keberlangsungan BUMD di Negeri Serumpun Sebalai ini. Padahal menurutnya ada BUMD yang justru memberikan keuntungan untuk Pemprov, salah satunya adalah Jamkrida yang saat ini dipimpinnya.

Perihal untung tidaknya perusahaan itu dinilai dengan neraca keuangan. Tumbuh atau tidaknya suatu perusahaan dinilai dari neraca keuangannya.

"Kita akui memang image seperti itu ada. Tapi untuk Jamkrida, silahkan menilai sendiri, bahwa Jamkrida bukanlah BUMD sembarangan, karena itu kita ingin hilangkan kesan itu.

Dijelaskannya, maksud dari Jamkrida bukan BUMD sembarangan adalah selama ini Jamkrida bekerja dengan regulasi yang jelas. Proses rekrutmen direksi dan komisariatpun dilakukan secara dengan prosedur dan seleksi yang ketat.

"Kita bicara secara terbuka. Tahap-tahap pendiriannya pun jelas dengan fit and propertest, rekrut direksinya tidak sembarangan yang kemudian hasilnya disampaikan secara terbuka. Selain itu kehadiran Jamkrida juga memberikan keuntungan untuk Pemerintah Provinsi,"bebernya dalam rilis yang diterima bangkapos.com, Kamis (20/4/2017) malam.

Tak hanya itu, dia menegaskan, setelah beberapa tahun dibentuk Jamkrida sudah mendapatkan peningkatan aset yang luar biasa.

Diakuinya, modal awal setor senilai Rp35 Miliar, namun hingga saat ini jumlah aset telah bertambah menjadi Rp42,3 miliar.

"Setiap tahunnya terjadi peningkatan yang cukup tinggi yakni sebesar 3,09 miliar pertahun. Tahun 2015 lalu Aset kita sebesar 39,3 miliar rupiah dan meningkat terus pada tahun 2016 yakni hingga 42,3 miliar rupiah. Itu angka yang cukup besar peningkatannya,"tegasnya.

Tak hanya itu, dia membeberkan Jamkrida merupakan lembaga pemjamin bukan pemberi kredit. Selama ini lanjutnya, banyak orang salah menilai.

"Kami ini menjamin kredit, lembaga penjamin. Institusi keuangan non bank dibawah pengawasan OJK. Kami diatur setiap langkah ada regulasinya. Yang jelas apa yang telah Jamkrida salah satunya adalah meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah ). Intinya tidak semua BUMD itu merugi. Contohnya Jamkrida yang menguntungkan,"tukasnya.

Penulis: ryan augusta
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help