BangkaPos/

Kisah BJ Habibie, dari Main Layangan, Makan Kue Pisang hingga Beasiswa ke Jerman

Bacharuddin Jusuf Habibie, begitu nama lengkap Habibie — lahir 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan

Kisah BJ Habibie, dari Main Layangan, Makan Kue Pisang hingga Beasiswa ke Jerman
Tribunnews/JEPRIMA
BJ Habibie 

BANGKAPOS.COM - Bacharuddin Jusuf Habibie, begitu nama lengkap Habibie — lahir 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan, 155 Kilometer dari Ujungpandang.

Habibie yang punya panggilan kesayangan Rudy, adalah anak keempat dari delapan bersaudara pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan Tuti Marini Puspowardoyo, yang berasal dari Yogyakarta.

Saat proses melahirkan BJ Habibie di rumah, sang Ibunda tercinta dibantu oleh sanro, sebutan suku Bugis untuk bidan.

Di rumah yang terletak di Jalan Bau Massepe Nomor 5 Parepare itu, Habibie melewatkan masa balitanya.

Pada waktu pendudukan Jepang, keluarga Alwi Abdul Jalil Habibie mengungsi ke Kampung Lanrae, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi.

Tentu, Habibie yang waktu itu masih berusia 6 tahun ikut serta.

Nah, di Desa Lanrae itulah Habibie kecil senang berenang di sungai. Tak cuma sebentar tapi betah berjam-jam.

la juga sering memandikan kuda kesayangannya yang bernama La Bolong alias si Hitam.

Ia memang sangat gemar menunggang kuda, dan bertindak sebagai joki.

Bila sedang bosan menunggung kuda, Habibie kecil kemudian sibuk main layang-layang, kadang main kelereng atau juga mallogo (permainan daerah Bugis menggunakan tempurung kelapa berbentuk segitiga).

Halaman
123
Editor: Alza Munzi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help