Breaking News

Dituding Memeras Pemilik Truk Kayu, Kepala Oknum Wartawan Ini Dipukul Pakai Belakang Parang

Romli yang tinggal di Trans Siduarjo itu membantah dirinya dituduhkan telah melakukan pemerasan dan juga mengaku sebagai anggota kepolisian.

Dituding Memeras Pemilik Truk Kayu, Kepala Oknum Wartawan Ini Dipukul Pakai Belakang Parang
istimewa
Dua oknum wartawan Bastari (39) (kiri) dari media tabloid Lintas Kriminal dan Romli (59) (kanan) dari media Koran Patroli

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Oknum wartawan yang diamankan Polres Bangka Selatan, Kamis (20/4/2017) kemarin, yakni Bastari (39) dari media tabloid Lintas Kriminal dan Romli (59), media Koran Patroli membantah telah melakukan pemerasan terhadap warga Desa Jelutung II.

Romli yang tinggal di Trans Siduarjo itu membantah dirinya dituduhkan telah melakukan pemerasan dan juga mengaku sebagai anggota kepolisian.

Ia merasa bahwa dirinya saat itu usai melakukan peliputan jalan yang berada di Simpang rimba Bangka Kota.

"Kejadian jam empat sore kemarin, kami naik mobil avanza dari Pangkalpinang ingin pulang ke Toboali lewat Lampur, Simpang Rimba, lalu ketika tiba di Desa Jelutung II ketemu sama pak Martin yang berada di atas truk yang membawa kayu balok serta papan, kami tidak tahu dari mana, tidak sempat bertanya, dibawa satu truk, isinya kayu balok, papan. Pak Martin di atas mobil truk itu, saya panggil, lalu ia mengajak mampir ke rumah," ujarnya Romli, Jumat (21/4/2017).

Di dalam rumah, Romli dan temannya dibuatkan kopi oleh pemilik rumah, setelah lama minum kopi, barulah Romli izin untuk pulang, dengan alasan mau cepat pulang karena ada beritanya di Ranggung dimintai oleh Kades Ranggung.

"Belum kelamaan masyarakat berkerumunan, tidak tahu apa sebabnya. Kami tidak ada perbincangan, dan negosiasi, kita ketemu karena lama tidak ketemu, ini saudara saya bilang dengan warga situ, mungkin karena tidak kepuasan masyarakat bertambah banyak, lalu dipanggil anggota Polsek Simpang Rimba mereka datang, mereka mengatakan sudah tidak usaha, tidak ada masalah apa apa, tetapi masyarakat banyak masuk rumah," lanjutnya.

Hingga akhirnya polisi membawa Romli dengan Bastari ke dalam mobil, warga yang ramai saat itu sempat memukul kepala Romli sehingga ia harus mendapatkan tiga jaitan.

"Tidak ada kami mengaku polisi,tidak mungkin kita merusak citra polisi, saya dipukul menggunakan belakangnya parang, ada tiga jahitan," ujarnya.

Baca berita lengkapnya di Harian Pagi Bangka Pos dan Babel News.

FOLLOW Twitter @bangkapos dan LIKE Halaman Facebook: bangkapos

Penulis: Riki Pratama
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help