Ini Pengakuan Pengemudi Sedan yang Satu Keluarga Diberondong Peluru di Lubuklinggau

Propam Polda Sumatera Selatan telah menginterogasi enam anggota keluarga yang selamat dari penembakan Brigadir K di Lubuklinggau.

Ini Pengakuan Pengemudi Sedan yang Satu Keluarga Diberondong Peluru di Lubuklinggau
TribunSumsel/ Eko Hepronis
Mobil sedan yang ditembaki anggota polisi di Lubuklinggau, Sumsel, Senin (18/4/2017). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Propam Polda Sumatera Selatan telah menginterogasi enam anggota keluarga yang selamat dari penembakan Brigadir K di Lubuklinggau.

Seorang pengemudi, Indra, mengaku kabur dari razia polisi karena takut ditilang lantaran tak mempunyai SIM dan surat kendaraan ilegal.

"Memang pengemudi ini sengaja menghindar razia supaya tidak terkena sanksi. Karena yang bersangkutan juga tidak memiliki SIM. Yang kedua mobil tersebut tertempel pelat mobil palsu," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Rikwanto menjelaskan, dari pemeriksaan data di STNK mobil, plat nomor di mobil Honda City BG 1488 ON yang dikemudikan Indra adalah berbeda alias palsu.

Sebab, sebagaimana data STNK, seharusnya mobil tersebut berpelat nomor Jakarta atau plat B dan milik sebuah yayasan.

Saat ini, tim masih menelusuri asal-usul kepemilikan dan alasan penggunaan plat nomor palsu di mobil tersebut.

Belum diketahui apakah mobil itu dari meminjam atau pembelian yang belum melakukan pengurusan mutasi kendaraan.

Menurut Rikwanto, seharusnya masyarakat tidak melarikan diri jika petugas kepolisian melakukan razia kendaraan.

Sebab, razia dilakukan petugas kepolisian adalah untuk menciptakan keamanan dan ketertinan di masyarakat.

Di antaranya mengantisipasi pelaku kejahatan, barang terlarang dan penegakan tertib berlalu lintas.

Halaman
12
Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help