Roy : Jika Melanggar Kontrak Bisa Dituntut

Roy Arland SH MH mengatakan kasus yang terjadi di intansi PT AP II bandara Depati Amir Pangkalpinang dinilainya ada 'kejanggalan'

Roy : Jika Melanggar Kontrak Bisa Dituntut
bangkapos.com/dok
Ilustrasi Sisi Darat Bandara Depati Amir 

Laporan wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasus pemutusan hubungan kontrak kerja CV Cahaya Utama diduga sepihak oleh pihak manajemen PT Angkasa Pura (AP) II Bandara Depati Amir Pangkalpinang kini pun menuai sorotan pihak aparat penegak hukum.

Kasi Penerangan hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel), Roy Arland SH MH mengatakan kasus yang terjadi di intansi PT AP II bandara Depati Amir Pangkalpinang dinilainya ada 'kejanggalan' lantaran dalam pemutusan kontrak kerja sepihak.

"Semestinya ada penjelasan resmi dari pihak manajemen PT AP II setempat karena alasan memutus kontrak kerja mitra mereka (CV Cahaya Utama--red)," kata Roy ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/4/2017).

Namun dalam kasus kontrak kerja itu antara CV Cahaya Utama dengan PT AP II bandara Depati Pangkalpinang perlu ditelaah terkait isi dalam perjanjian kontrak kerja tersebut.

Terlebih lagi dalam hal perjanjian kontrak tersebut tetap pula melibatkan pihak panitia

"Jika melanggar perjanjian dari kontrak kerja bisa dituntut pihak PT AP II itu. Atau bisa digugat secara perdata," terangnya.

Apalagi pihak manajemen PT AP II bandara Depati Amir Pangkalpinang memang sengaja tidak mau membayar hasil pekerjaan yang dilakukan oleh mitranya (CV Cahaya Utama) sementara pekerjaan tuntas dan tanpa ada permasalahan maka hal itu dianggapnya melanggar peraturan.

Kasus pemutusan kontrak kerja sepihak terhadap kontraktor (CB Cahaya Utama) oleh PT AP II bandara Depati Amir Pangkalpinang pun kini pun serupa menjadi sorotan pihak Ombudsman provinsi Bangka Belitung lantaran kasus itu sempat dilaporkan pula oleh direktur CV Cahaya Utama (Nandar Sa'a) belum lama ini.

Bahkan saat mendatangi kantor Ombudsman Nandar sempat menceritakan kronologis kasus yang dianggap telah merugikan pihaknya termasuk dalam hal materi akibat pemutusan kontrak kerja sepihak di hadapan asisten & staf Ombudsman.

Terlebih lagi Nandar menilai tindakan pemutusan kontrak kerja dalam kegiatan proyek pemeliharaan sisi udara bandara Depati Amir Pangkalpinang kuat dugaan adanya praktik manajemen tak fair oleh segelintir oknum PT AP II setempat.

Sampai saat ini Mangatur Sihombing (Manager Teknik PT AP II bandara Depati Amir Pangkalpinang) selaku orang yang disebut-sebut pihak yang memiliki kewenangan terkait kontrak kerja dengan CV Cahaya Utama itu belumlah memberikan keterangan atau pun penjelasan.

Penulis: ryan augusta
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help