Home »

Video

Video: TI Apung Tak Diproses Polisi, LKPI dan Nelayan Akan Lapor ke Mabes Polri

Tujuan mereka mendatangi Mapolsek Belinyu, yakni untuk konsultasi dan mempertanyakan masalah panitia ponton TI apung perairan Remodong

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA --
Puluhan nelayan Belinyu dan pengurus Lembaga Kelautan, Perikanan Indonesia (LKPI) Bangka, Kamis (20/4), kembali ramai-ramai mendatangi Mapolsek Belinyu.

Tujuan mereka mendatangi Mapolsek Belinyu, yakni untuk konsultasi dan mempertanyakan masalah panitia ponton TI apung perairan Remodong, yang belum dilakukan proses hukum, karena panitia itu yang memberikan jaminan ponton-ponton bisa masuk dan beroperasi di Remodong.

Rombongan nelayan Belinyu dan LKPI ini diterima Wakapolsek Belinyu Iptu April Yadi, Plt Kanit Reskrim Muhammad Ufran dan anggotanya.

Dikatakan Hanif, sudah ada unsur pelanggaran TI apung yang masuk dan beroperasi di Remodong. Namun belum ada proses hukum dari pihak terkait.

Unsur pelanggarannya yakni, TI apung beroperasi secara ilegal dan posisinya juga di kawasan wisata.

Puluhan nelayan Belinyu dan LKPI ini datang ke Polsek Belinyu, untuk yang kali kedua, setelah Selasa (18/4/2017) juga mendatangi Polsek Belinyu.

Menurut Hanif, nelayan juga akan ke Ditpolair Polda Babel, untuk mempertanyakan proses hukum, terkait pelanggaran pidana yang dilakukan panitia TI apung Remodong tersebut, karena tempat kejadian perkaranya ada di perairan, apalagi di Selasa lalu, Ditpolair sempat mengamankan para pemilik ponton.

Ia menandaskan, ada sepuluh orang siap memberikan kesaksian, bahwa TI apung sudah beroperasi di Remodong, ketika nanti proses hukum terhadap masalah itu dilaksanakan pihak berwajib.

LKPI Bangka bersama nelayan Belinyu, menilai bahwa TI apung yang masuk dan sempat beroperasi di Perairan Remodong, sudah melanggar UU Minerba.

Panitia TI apungnya juga sama saja telah melanggar UU Minerba dan UU Lingkungan Hidup.

Dikatakan Hanif, bila masalah ini nanti tidak diproses di penegek hukum di sini (di Babel), maka nelayan dan LKPI Bangka akan koordinasi ke LKPI Pusat.

LKPI Bangka juga sudah menyampaikan apa yang terjadi di Remodong, ke LKPI pusat dan akan melaporkan ke Mabes Polri.

Penulis: riyadi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help