BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Sungailiat Triathlon 2017

Event Sungailiat Triathlon Berawal dari Ide Bupati Saat Menjabat Sekda

Bupati Bangka H Tarmizi Saat mengakui ide untuk menyelenggarakan event Sungailiat Triathlon berasal darinya ketika menjabat menjadi Sekda Bangka.

Event Sungailiat Triathlon Berawal dari Ide Bupati Saat Menjabat Sekda
Bangkapos.com/Dok
Salah satu peserta Sungailiat Triathlon 2017 masuk garis finish, Sabtu (22/4/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka H Tarmizi Saat mengakui ide untuk menyelenggarakan event Sungailiat Triathlon berasal darinya ketika menjabat menjadi Sekda Bangka.

Ide tersebut tercetus setelah dirinya menonton di salah satu televisi nasional ada lomba triathlon.

"Sebenarnya dulu awalnya mau berenang di Teluk Kelabat dari Dermaga Belinyu sampai ke Bakik, tapi karena ada ikan besar kata danlanal dak jadi kita. Saya berubah lagi ke Baturusa rupanya banyak buaya di sungai maka dicarilah di Pantai Matras habis itu di sini," jelas Tarmizi kepada bangkapos.com di Tanjung Pesona Beach Resort and Spa, Sabtu (22/4/2017) .

Event sport tourism ini sebelumnya berawal dari event kecil dimulai dari duathlon tahun 2013 kemudian menjadi triathlon yang sekarang diikuti 532 peserta dimana sebanyak 47 peserta berasal dari mancanegara berasal dari 16 negara,

"Sesuatu yang besar berangkat dari yang kecil makanya yang kecil ini kita kelola dengan baik nanti secara integral dan holistik, dipandu dan dibina oleh kementerian pariwisata dan provinsi, semua pelaku pariwisata," jelas Tarmizi.

Ia bersyukur ini event ini bisa mendatangkan dampak positif terutama bagi perekonomi masyarakat baik langsung maupun tidak langsung.

"Jadi tidak masalah tahun ini diperkirakan dana perputar dari event ini sebesar Rp 2,6 milyar, tahun depan Rp 7 milyar mungkin lama-lama kalau kita nanti sudah pensiun bisa sampai trilyunan," harap Tarmizi optimis.

Dikatakannya, proses membangun event sport tourism ini menjadi besar tidak bisa sekaligus tetapi harus berlahan-lahan.

"Kalau kita loncat sekaligus dak kuat bisa patah kaki, kayak kodok itu dikit-dikit dulu baru jauh," kata Tarmizi.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help