Jokowi Mendadak Singgung Reshuffle Kabinet Setelah Ahok Keok

Presiden Joko Widodo mendadak menyinggung soal perombakan kabinet atau reshuffle dalam Kongres Ekonomi Umat.

Jokowi Mendadak Singgung Reshuffle Kabinet Setelah Ahok Keok
Agus Suparto/ Presidential Palace
Foto-foto kemesraan Presiden Jokowi dan Ibu Negara, Iriana Joko Widodo saat hendak melakukan kunjungan ke Batam, Kamis (23/3/2017). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mendadak menyinggung soal perombakan kabinet atau reshuffle dalam Kongres Ekonomi Umat yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (22/4/2017).

Isu sensitif ini terlontar dari Presiden Jokowi setelah Ahok-Djarot keok di Pilkada DKI Jakarta yang dimenangkan jagoan Prabowo Subianto, Anies-Sandi. 

Awalnya, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan 5 juta sertifikat harus dibagikan kepada masyarakat pada 2017. Target itu meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

"Tahun depan (2018) saya berikan target 7 juta sertifikat harus keluar. Tahun depannya lagi, 9 juta sertifikatnya harus dikeluarkan, untuk rakyat, petambak kecil, petani, nelayan, tukang becak," ujar Jokowi.

"Saya bekerja memang selalu memakai target," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Soal target itu yang mungkin dinilai menteri terlalu tinggi, Jokowi tidak mempersoalkannya.

"Itu urusannya menteri. Setahu saya, target itu harus dapat diselesaikan," ucap Jokowi.

Jika sang menteri tak mampu mencapai target, pergantian atau pergeseran posisi menteri alias reshuffle adalah jawabannya.

"Kalau memang tidak selesai, pasti urusannya akan lain. Bisa diganti, bisa digeser, bisa dicopot dan yang lain-lainnya. Ya saya blak-blakan saja. Dengan menteri juga seperti itu," ujar Jokowi.

Reshuffle itu merupakan cara Presiden untuk mencapai target program yang telah ditentukan.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved