BangkaPos/

Mengintip Perayaan Awal Tahun 1396 dalam Kalender Persia, Hadir Jauh Sebelum Islam dan Kristen

Dari festival sakura di Jepang hingga perayaan Holi di India, budaya-budaya di seluruh dunia memiliki ritual-ritual tua untuk menyambut musim semi.

Mengintip Perayaan Awal Tahun 1396 dalam Kalender Persia, Hadir Jauh Sebelum Islam dan Kristen
Banjarmasinpost.co.id/Rahmadhani
Ilustrasi. Tradisi unik baayun maulid digelar di halaman Masjid Sultan Suriansyah, Banjarmasin, masjid tertua di Kalimantan Selatan, Kamis (24/12/2015). 

BANGKAPOS.COM - Musim semi telah tiba. Dari festival sakura di Jepang hingga perayaan Holi di India, budaya-budaya di seluruh dunia memiliki ritual-ritual tua untuk menyambut musim semi.

Di Iran dan beberapa negara, equinox muda menandai awal dari Norwuz, sebuah perayaan sepanjang dua minggu yang merupakan dasar dari budaya Persia.

Memiliki arti sebagai ‘hari baru’ dalam bahasa Farsi, Nowruz kali ini menandakan awal dari tahun 1396 dalam kalender Persia, secara simbolis berarti meninggalkan kesulitan yang terjadi di musim dingin dan menghargai kelahiran alam kembali.

Berikut beberapa hal yang patut diketahui mengenai perayaan ini.

Nowruz Bukan Perayaan Islam

Sejarah Nowruz jauh lebih kuno dibandingkan kemunculan Islam dan Kristen.

Perayaan ini diperkirakan berawal 3,000 tahun lalu pada masa Zoroastrian, salah satu agama monotheis pertama yang pernah menjadi agama resmi di Persia.

Pada 2009, UNESCO mencantumkan Nowruz dalam daftar Warisan Budaya Berwujud, mengingatkan pentingnya melestarikan praktik, ritual dan acara-acara perayaan.

Perayaan Lintas Batas Negara, Agama, dan Budaya

Lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia mengamati Nowruz.

Halaman
123
Editor: Alza Munzi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help