BangkaPos/

Mengintip Perayaan Awal Tahun 1396 dalam Kalender Persia, Hadir Jauh Sebelum Islam dan Kristen

Dari festival sakura di Jepang hingga perayaan Holi di India, budaya-budaya di seluruh dunia memiliki ritual-ritual tua untuk menyambut musim semi.

Mengintip Perayaan Awal Tahun 1396 dalam Kalender Persia, Hadir Jauh Sebelum Islam dan Kristen
Banjarmasinpost.co.id/Rahmadhani
Ilustrasi. Tradisi unik baayun maulid digelar di halaman Masjid Sultan Suriansyah, Banjarmasin, masjid tertua di Kalimantan Selatan, Kamis (24/12/2015). 

Menurut Omid Safi, direktur dari Pusat Studi Islam di Duke University, Nowruz dirayakan “hampir di setiap tempat yang pernah disentuh budaya Persia - lebih luas dibanding negara Iran saat ini.”

Para pengamat juga merayakan dari Timur Tengah, Asia Tengah, Eropa, Pegunungan Kaukasus, dan Amerika Serika.

Setiap budaya mengakui hari raya ini sebagai sebuah pembaruan, walaupun cara perayaannya mungkin berbeda di tiap tempat.

Perayaan Dimulai dengan Melompati Api

Banyak orang berpartisipasi dalam ritual melompati api, atau Chaharshanbe Suri.

Api memegang makna penting dalam Zoroastrianisme, sebagai repreentasi dari kebijaksanaan Tuhan.

Melompati api menjadi suatu cara untuk menjauhkan diri dari kesialan yang datang dari babak hidup sebelumnya untuk memulai tahun baru dengan catatan yang bersih.

Tujuh Adalah Angka Keberuntungan

“Haft-Seen" atau biasa disebut Haft-Sin (Sin dalam bahasa Arab dan Persia sebagai huruf ke-7)  adalah jantung dari tradisi Nowruz.

Pengaturan atasan meja menampilkan 7 objek simbolis, semua objek yang dimulai dari huruf Sin dalam bahasa Persia.

Halaman
123
Editor: Alza Munzi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help