Kongres Ekonomi Umat, Babel Siap Rancang Program Ekonomi Berbasis Syariah

Kongres ekonomi umat bertujuan menciptakan arus baru ekonomi Indonesia dan posisi MUI sebagai perancang dan pengontrol.

Kongres Ekonomi Umat, Babel Siap Rancang Program Ekonomi Berbasis Syariah
Istimewa
Direktur LPPOM MUI Babel Nardi Pratomo, Ketua MUI Pusat KH Amin Ma'ruf dan Sekretari MUI Babel H Ahmad Luthfi foto bersama saat acara Kongres Ekonomi Umat di Sahid Jaya Hotel Jakarta. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sekretaris Umum MUI Bangka Belitung H Ahmad Luthfi dan Direktur LPPOM MUI Babel Nardi Pratomo menghadiri Kongres Ekonomi Umat yang digelar 22-24 April 2017 di Sahid Jaya Hotel Jakarta.

Kongres yang dihadiri sejumlah menteri, pejabat tinggi negara, utusan MUI Provinsi, pondok pesantren, bank syariah, BMT dan stakeholder lainnya ini bertujuan menciptakan arus baru ekonomi Indonesia dan posisi MUI sebagai perancang dan pengontrol.

Acara ini dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, Jokowi membahas tentang Redistribusi Aset dan Reforma Agraria, hal ini berarti banyak lahan tidur yang belum termanfaatkan.

Direktur LPPOM MUI Babel Nardi Pratomo mengatakan Presiden Jokowi berharap lahan tidur dapat dimanfaatkan oleh pondok-pondok pesantren untuk meningkatkan perekonomian ponpes dan melatih jiwa kewirausahaan para santri.

"Jokowi bersedia jika ada Ponpes yang meminta konsesi lahan 10-20 ribu hektar asalkan jelas peruntukan usahanya. Jokowi juga menyampaikan bahwa saat ini ada 126 juta bidang tanah, sementara yang baru disertifikasi 46 juta bidang tanah. Artinya masih 60 persen lebih bidang tanah yang ada di Indonesia yang belum disertifikasi karena alasan biaya dan alasan lokasi tidak baik untuk pemukiman," kata Nardi kepada bangkapos.com, Senin (24/4/2017).

Jokowi, kata Nardi, menargetkan kepada Menteri Agraria yang biasanya hanya mengeluarkan 4800 sertifikat pertahun, tahun ini ditargetkan menjadi lima juta, tahun depan tujuh juta dan tahun depan lagi sembilan juta.

"Presiden juga akan memaksa pengusaha besar untuk bermitra dengan pengusaha mikro dan kecil. Dukungan dana akan dibuat terbalik, biasanya selama ini dana banyak membantu pengusaha besar maka Jokowi berharap usaha Ultra Mikro dan Mikro akan mendapat prioritas," pungkasnya.

Pada kongres tersebut MUI Babel turut memberikan masukan.

Sekretaris Umum MUI Bangka Belitung H Ahmad Luthfi mengatakan kongres ini sangat memberikan manfaat besar, apalagi untuk Bangka Belitung.

Halaman
123
Penulis: khamelia
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved