BangkaPos/

Mengintip Suasana Jejak Perang Dingin di Tanah Korea

Mendaki daratan di Pecinan Korea Selatan, bukan hal populer bagi pelancong yang mengunjungi kawasan ekonomi khusus Incheon.

Mengintip Suasana Jejak Perang Dingin di Tanah Korea
KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN
Suasana di salah satu sudut obyek wisata Museum Desa Rakyat Jeju di Pulau Jeju, Korea Selatan. Lebih dari 100 rumah tradisional asli dan lebih dari 8.000 barang koleksi khas tradisi masyarakat Jeju dipajang di lokasi ini. 

BANGKAPOS.COM - "Anda dari atas? Wow ke Jayu Park?" tanya Jinny Yang, pemandu turis. Jinny dan rekan-rekannya sesama pemandu turis heran saat kami turun dari arah bukit di Pecinan Incheon awal April 2017.

Mendaki daratan di Pecinan Korea Selatan, bukan hal populer bagi pelancong yang mengunjungi kawasan ekonomi khusus Incheon.

Meski pemandangannya bagus dengan pohon cherry yang menampakkan bunganya, tak ada wajah orang asing di atas bukit yang kental dengan patung dan tulisan dengan filosofi Konfusius.

Karena dengan sudut kemiringan hingga 45 derajat, jalan menuju ke Jayu Park bisa memakan waktu sampai 20 menit.  

Incheon, sebuah kawasan ekonomi khusus yang diberi nama Incheon Free Economic Zone, lebih terkenal sebagai bandar udara internasional di Korea Selatan. 

Letaknya 65 kilometer dari ibu kota Korea Selatan, Seoul, dan sekitar 45 menit hingga satu jam berkendara ke kota besar itu.

Kawasan ini baru berkembang dalam 15 tahun terakhir, sejak bandara dibangun sebagai salah satu penggerak ekonomi di wilayah yang memiliki wewenang khusus dalam membuat kesepakatan ekonomi dengan negeri lain.

Gedung perusahaan pembuat baja Posco yang kembar menjadi jaminan kehidupan malam di Incheon akan tetap menggeliat hingga larut malam. Pencakar langit dibangun dengan rapi di Songdo, kawasan bisnis baru Korea Selatan.

Semua itu adalah daerah hasil reklamasi sejak 1994. Setelah reklamasipada 2004, Seoul membentuk badan yang mengontrol badan usaha milik negara dan swasta untuk membangun kawasan baru. 

Pembatas daerah reklamasi dan "daratan asli" adalah jalan raya yang menempel pada kawasan Pecinan.

Halaman
123
Editor: Alza Munzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help