Jaksa Tolak Berkas Pegawai Kejaksaan Cabuli Anak Kandung, Dua Tahun Kasusnya Tak Selesai

Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter ahli forensik ini dilakukan untuk melengkapi tahap pemberkasan kepada kejaksaan.

Jaksa Tolak Berkas Pegawai Kejaksaan Cabuli Anak Kandung, Dua Tahun Kasusnya Tak Selesai
net
Ilustrasi pencabulan anak 

Laporan Tribun Batam, Eko Setiawan

BANGKAPOS.COM, BATAM - ‎Unit Perlindungan Perempuan dan anak (PPA) Polresta Barelang menghadirkan ahli forensik untuk memeriksa tersangka Sardi pegawai kejaksaan yang terjerat kasus pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter ahli forensik ini dilakukan untuk melengkapi tahap pemberkasan kepada kejaksaan.

Karena selama ini, berkas yang dilimpahkan ke Kejaksaan selalu mental dan pihaknya mengatakan kalau belum lengkap.

Kanit PPA Polresta Barelang Iptu Drefani mengatakan kalau, pemeriksaan tersebut dilakukan selama tiga hari.

"Pemeriksaanya sejak kemarin. Ini hari kedua. Kita memang sengaja datangkan Ahli untuk melengkapi pemberkasan kita," sebut Drefani, Rabu (26/4/2017) siang.

Memang kasus ini sudah sering bolak-balik antara kejaksaan dan penyidik PPA Polresta Barelang.

‎Ahli ini didatangkan dari Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsikor) Pusat.

"Reni Kusumo Wardani, beliau ini merupakan ketua Apsikor pusat. Pemeriksaan sendiri dilakukan di Polresta Barelang," terangnya.

Alasan dimintanya Ahli Psikologi Forensik ini untuk melihat fisikis pelaku. Termasuk bagai mana kejiwaanya.

Apakah kejahatan yang dilakukan pelaku ini secara berantakan atau memang sudah tersusun rapi.

"Kemudian di sini juga diperiksa kejiwaanya. Nanti ini sebagai satu tambahan untuk menguatkan tersangka," sambungnya.

Hampir dua tahun belakangan kasus Sardi ini tidak kunjung selesai.

Sementara itu, anak Sardi yang menjadi korban ‎saat ini di bawah perlindungan anak.

Begitu juga dengan istri Sardi, antara Sardi dan istrinya sudah tidak tinggal serumah. (koe)

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved