BangkaPos/

Stimulasi Anak dengan Aktivitas Seni di Masa Emas

Kegiatan seni bisa jadi salah satu faktor yang mendukung sinergi akal, fisik, dan sosial si kecil pada periode emas.

Stimulasi Anak dengan Aktivitas Seni di Masa Emas
Thinkstock/kiankhoon
Ilustrasi anak-anak bermain bersama. 

BANGKAPOS.COM - Saat anak berada pada periode emas, khususnya usia tiga sampai lima tahun, orangtua memiliki peran penting.

Dalam buku “Early Education, three, four and five years old go to school” dijelaskan bahwa perkembangan pada masa-masa itu akan mempengaruhi kecerdasannya di masa depan.

Itulah yang menjadi dasar mengapa banyak orangtua begitu menggebu-gebu memberi anak-anaknya pelajaran pada tahun-tahun tersebut.

Namun, selain aspek akademis sisi non akademis juga perlu untuk diasah.

Seefeldt dan Wasik menegaskan bahwa orangtua tidak boleh lupa menyisipkan seni saat mengedukasi anak.

“Semua pelajaran penting, tapi tidak ada program bagi anak-anak yang bisa sukses tanpa menekankan seni,” tulis buku yang diterbitkan pada sembilan tahun silam tersebut.

Dampaknya pernah dijelaskan oleh David A Sousa, seorang konsultan edukasi neurosains dan penulis buku How the Brain Learns dalam situs web www.aasa.org.

Ia bilang, kegiatan seni bisa jadi salah satu faktor yang mendukung sinergi akal, fisik, dan sosial si kecil pada periode emas.

Orangtua, misalnya, bisa mengajak anak dengan bernyanyi, menggambar, dan menari.

“Aktivitas tersebut melibatkan semua indera dan sel-sel otak anak untuk benar-benar sukses (mempelajari sesuatu),” ucapnya.

Ilustrasi Anak Bermain(Thinkstock/Sanjay Goswami)
Ilustrasi Anak Bermain(Thinkstock/Sanjay Goswami) 
Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help