Guru di Basel Kecewa Lihat Surat Edaran Ini, TPP Malah Berkurang

Keputusan yang di keluarkan Bupati Basel itu sontak mendapat kekecewaan terhadap para guru karena TPP mereka

Guru di Basel Kecewa Lihat Surat Edaran Ini, TPP Malah Berkurang
Bangkapos/Riki Pratama
Para guru se Kabupaten Basel melakukan pertemuan dengan Bupati Basel, Senin (1/5/2017) di GOR Pemkab Basel 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memutuskan per Januari 2017 untuk melakukan pemotongan tambahan penghasilan pegawai (TPP) guru bersertifikasi sebesar 50 persen. Ini dilakukan pemerintah daerah karena melihat kemampuan anggaran daerah saat ini.

Keputusan yang di keluarkan Bupati Basel itu sontak mendapat kekecewaan terhadap para guru karena TPP mereka yang di kurangi hingga 50 persen. sementara guru yang tidak bersertifikasi TTP tidak mengalami pemotongan.

Seperti yang di katakan Supriono guru SD 12 Payung menurutnya keputusan pengurangan TTP sudah di edarkan ke pada masing masing UPTD tiap Kecamatanya, awal tahun lalu, namun keputusan kepala daerah membuat dirinya kecewa, dengan apa yang sudah di berikan dan beban kerja para guru selama ini.

"Ada keputusan yang diedarkan setiap unit UPTD, masing masing kecamatan, pada pemberitahuan TTP, memang jumlah nominalnya tahun ini naik dari tahun kemarin, tetapi guru yang sudah menerima tunjangan sertifikasi hanya di berikan 50 persen dari nominal yang telah di tentukan, berlakunya perjanuari per 2017,"jelas Supriono kepada bangkapos, Senin (1/5/2017) usai menghadiri acara pertemuan dengan Bupati Basel di Gedung Olahraga Pemkab Basel

Supriono menambahkan, bahwa pada tahun 2016 lalu ia mendapatkan TPP sebesar Rp 902.000 dan naik pada tahun 2017 menjadi Rp 1.200.000 untuk golongan IIIa. Namun karena kebijakan yang di keluarkan TTPnya harus di potong 50 persen, sehingga ia harus menerima Rp 600.000 perbulanya.

"Saya secara pribadi kecewa, kenapa di potong, walaupun kita mengerti adanya permasalahan di APBD daerah, tetapi masalahnya seperti ini, jangan terjadi kesenjangan atau perbedaan antara guru sertifikasi dan yang belum sertifikasi,"jelasnya

Penulis: Riki Pratama
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved