BangkaPos/

Hartono Kesal Urus Surat Kematian 5 Hari Tak Selesai, Tepuk Meja Malah Dapat Ini dari Petugas

Setelah menunggu selama lima hari, akhirnya dirinya pun kembali mendatangi rumah sakit untuk mengurus keluarnya surat kematian

Hartono Kesal Urus Surat Kematian 5 Hari Tak Selesai, Tepuk Meja Malah Dapat Ini dari Petugas
Bangkapos.com/Ajie Gusti
Korban yang diduga mengalami penganiayaan, Hartono saat melaporkan kejadiannya di Polres Pangkalpinang, Selasa (2/5/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ajie Gusti Prabowo

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) melaporkan kejadian penganiayaan kepada dirinya saat tengah mengurus surat kematian Ibu Mertuanya di Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT) Pangkalpinang, Selasa (2/5/2017) pagi.

Pria bernama Hartono (33) yang tinggal di wilayah Temberan Pangkalpinang ini melaporkan Fredi Gunawan yang merupakan pegawai di bagian Medical Record RSBT Pangkalpinang ini.

Pasalnya, Hartono merasa di pukul sebanyak tiga kali di area kepalanya saat ingin mengurus surat kematian keluarganya sejak lima hari lalu.

Ia menjelaskan bahwa awalnya pengurusan surat kematian dilakukan sejak tanggal 27 April lalu. Kala itu dirinya yang datang pada siang hari mendapatkan informasi bahwa pelayanan sudah tutup.

"Lalu besok pagi saya datang lagi dan memenuhi semua persyaratan‎ untuk mengurus surat berupa fotokopi almarhum dan bukti pembayaran, lalu saat kita kasih semua saya tanya kapan selesainya tetapi tidak tahu karena Direktur sedang tidak ada di tempat," jelas Hartono didampingi istrinya di Polres Pangkalpinang.

Setelah menunggu selama lima hari, akhirnya dirinya pun kembali mendatangi rumah sakit untuk mengurus keluarnya surat kematian tersebut.

"Pagi saya datang, lalu saya tanya katanya petugas lagi Salat, jadi saya tunggu, kemudian setengah jam kemudian petugasnya tiba, langsung saya tanya lagi, tetapi jawabnya belum selesai karena Direktur tidak ada di tempat juga," tuturnya.

Hartono pun mengaku sempat bertanya apakah tidak ada perwakilan untuk menandatangani surat kematian mertuanya tersebut.

"Bagaimana standar operasional prosedurnya, apalagi kan rumah sakit ini akreditasinya A, lalu saya curhat yang lainnya hingga terbawa emosi menepuk meja sekali," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Ajie Gusti Prabowo
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help